Kisah Abu Hurairah Tolak Jabatan dari Khalifah Umar

Kisah Abu Hurairah Tolak Jabatan dari Khalifah Umar

Kisah Abu Hurairah Tolak Jabatan dari Khalifah Umar.

Sudah kunone-kuno kalau gaya ulama dan santri beda-beda, minim ada dua macem: Satu mau bergelimang jabatan dengan niat ingin meluhurkan agama Allah, satunya menjauhi semua urusan dunia, lalu fokus menghamba padaNya.

Sayyidina Umar, waktu menjabat Khalifah, menawari sebuah jabatan pada Sahabat Abu Hurairah radhiyallahu anhuma.

Alih-alih mengiyakan, sahabatnya itu malah berkata: “Aku ndak mau, dan nggak butuh! Sebab dengan telingaku sendiri kumendengar Baginda Nabi shallallahu alaihi wasallama bersabda: ‘Yang mencari jabatan, tak kan pernah bisa adil!’”

Apakah Sayyidina Umar diam?! Ho, enggak! Dengan lantang beliau menjawab:

لقد طلب الإمارة من هو خير منك، يوسف (عليه السلام)

“Nabi Yusuf alaihis-salam yang lebih baik darimu saja, mencari jabatan!”

Dan, dengan pasrah Sahabat Abu Hurairah mengiyakannya sambil mengutip QS Yusuf 55:

قَالَ اجْعَلْنِي عَلَى خَزَائِنِ الْأَرْضِ إِنِّي حَفِيظٌ عَلِيمٌ [يوسف: 55]

“Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir). Sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga lagi berpengalaman”.

Bahkan selanjutnya, Sahabat Abu Hurairah RA. menjadi Gubernur Bahrain!

(Tafsir at-Tsa’labi Syaikh Ahmad Abu Ishaq w. 427 H. halaman 232/5 syamilah. Dengan sedikit penambahan dan penyesuaian bahasa)

Demikian Kisah Abu Hurairah Tolak Jabatan dari Khalifah Umar, semoga manfaat.

Penulis: Gus Robert Azmi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *