kiai ubab maimoen

Kiai Ubab Maimoen: Yang Sulit bagi Kyai Adalah Mencetak Generasi Sebagai Penerus Kyai

Posted on

Ini adalah sebagian kutipan mauidloh hasanah KH. Abdulloh Ubab Maimoen Zubair (Kiai Ubab) dalam Halal Bihalal Himpunan Mutakharijin Mutakharijat Al Anwar (HIMMA )Nasional yang diadakan di Pondok Pesantren Al-Fusha Pekalongan, Senin, 15 Juli 2019:

* Terdapat banyak murid Syaikh Ahmad Zaini Dahlan di Jawa, salah satunya adalah Mbah Abdusy Syakur Sewidang Tuban.

* In Syaa Allah orang yang mengajar Shohih Muslim menjadi kyai.

* Abah (Syaikhona KH Maimoen Zubair) dulu memerintahkan kepada santri yang boyong (menetap di rumah) untuk membaca kitab Shohih Bukhari. Bila ada orang yang mau mendengarkan pembacaan kitab itu, maka Alhamdulillah. Bila tidak ada santri yang ikut ngaji mendengarkannya pun tidak apa.

* Yang sulit bagi seorang kyai adalah mencetak generasi sebagai penerus kyai. Bila hanya gelar kyai, maka itu mudah didapat.

* Dulu setiap anggota DPR dari PPP pasti seorang kyai.

* Yang penting dalam pertemuan HBH Nasional ini adalah menyambung santri dengan gurunya dan guru dengan santrinya. Hal itu juga dikatakan oleh Abuya Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki, sambungan itu minimal dengan hadiah surat Al-fatihah kepada guru.

Baca Juga >  Penjelasan Mbah Maimoen Zubair tentang Dzikir Lafadz Allah

* Negara Indonesia ini adalah negara yang diberikan rahmat oleh ALLOH (Biladun Marhumah). Salah satunya dikarenakan banyaknya khataman kitab Bukhori yang di Jakarta sebagai ibukota Negara terdapat 28 Masjid yang mengadakan pembacaan kitab Shohih Bukhari hingga khatam.

* Orang yang pertama kali membuka Maqbaroh Imam Bukhori setelah ditutup oleh komunis adalah Presiden Sukarno, dan orang yang membangunnya adalah Presiden Suharto. Karena itu Indonesia banyak mendapatkan berkah Imam Bukhori.

Ditulis oleh KH Idror Maimoen, dengan sedikit perubahan bahasa.

(Kanthongumur/wali)