kiai muadz, gus mus dan kiai maimoen

Kiai Muadz Thohir Kajen Pasanan di Sarang dengan Kiai Maimun Zubair

Posted on

KH Ahmad Muadz Thohir, Pengasuh PP Roudloh At Thohiriyah Kajen Margoyoso Pati yang pernah menjadi Ketua Tanfidziyah PCNU Pati, pernah Pasanan (ngaji Ramadlan model kilatan) di PP. Al Anwar Sarang untuk thalabul Ilmi kepada KH. Maimun Zubair.

Beliau tiga kali Pasanan. Banyak kitab, khususnya hadis yang beliau ikut ngaji kepada KH Maimun Zubair, yaitu Muwaththa’, Shahih Bukhari, dan Al Adzkar.

Suatu kali Kiai Muadz sowan KH Maimun Zubair dan mengutarakan maksud untuk mengaji “Pak Lek, kulo bade derek ngaji kitab Al Muwaththa’”. Mendengar permohonan Kiai Muadz ini, KH Maimun langsung mengiyakan. “Muadz, ngajinya itu pagi sampai siang, setelah dhuhur sampai ashar, dan malam hari setelah tarawih sampai jam 12.”.

Info Peluang Usaha Depot Air Minum Isi Ulang by INVIRO

Kiai Maimun kemudian berkata “Muadz, setelah shalat ashar aku ngaji Mutammimah, kue tak wajibno melok”.

Akhirnya, berdasarkan dawuh Kiai Maimun, Kiai Muadz Thohir mengikuti pengajian Kiai Maimun penuh, mulai pagi sampai siang, setelah dhuhur sampai ashar, setelah ashar sampai menjelang maghrib dan setelah tarawih sampai jam 12 Malam. Kiai Muadz selalu ditimbali Kiai Maimun saat mau mengaji, sehingga ketika mengaji Kiai Muadz berada di baris depan.

Hal yang menarik dari kisah ini adalah Kiai Muadz Thohir ingin mengaji kitab Muwaththa’ karya Imam Malik yang akan dibaca Kiai Maimun saat Ramadan, namun Kiai Maimun justru mewajibkan Kiai Muadz ngaji kitab nahwu, yaitu Mutammimah.

Baca Juga >  Penjelasan Syekh Nawawi tentang Sembilan Anak Iblis dan Tupoksi Khususnya

Hal ini menjadi pelajaran penting bagi para santri supaya jangan lupa memperdalam ilmu Nahwu sebagai ilmu kunci dalam memahami kitab kuning, khususnya Al Quran dan hadis. Kiai Maimun memahami benar bahwa orang yang tidak memahami ilmu Nahwu, pemahamannya terhadap Islam yang diambil dari sumbernya (kitab kuning) kurang kokoh dan dikhawatirkan melenceng dari kebenaran.

Mari kita ajari anak-anak kita ilmu Nahwu atau kita dorong anak-anak kita belajar ilmu Nahwu kepada para Ulama yang alim dan amil.

Kajen, Rabu Malam Kamis, 12 Juni 2019- 9 Syawal 1440

@Dapat keterangan ini saat sowan Lebaran sesuai tanggal di atas
@ Kiai Muadz adalah Putra Bu Nyai Roudloh binti KH Baidlowi Lasem. Istri KH Maimun Zubair, yaitu Bu Nyai Fahim adalah Adik Bu Nyai Roudloh. Jadi Kiai Muadz adalah keponakan dari istri Kiai Maimun sehingga Kiai Muadz memanggil Kiai Maimun dengan sebutan Pak Lek.

Penulis: Jamal Ma’mur Asmani, Pati.