Pesantren harus jadi pusat ekonomi, kaum santri dan ulama juga harus mengawal segala bentuk upaya yang ingin merusak negara.
Berita NU, BANGKITMEDIA.COM
BANTEN– Pesantren harus bisa menjadi pusat ekonomi umat. Saat ini, sudah banyak pesantren yang menerima bantuan Presiden Jokowi berupa bank wakaf mikro yang mengelola dana Rp 4 miliar. Ke depan, dana akan ditingkatkan menjadi Rp 8 miliar tiap bank wakaf mikro.
Demikian ditegaskan Mustasyar PBNU KH Ma’ruf Amin dalam acara ulang tahun ke-75 Pesantren Nur El-Falah, Petir Serang Banten, Ahad (25/11).
Bagi Kiai Ma’ruf, jika setiap pesantren mengelola bank wakaf mikro minimal Rp 8 miliar, seribu pesantren menurutnya bisa mengelola kurang lebih Rp 1 triliun. Program ini adalah jenis pengembangan ekonomi tanpa bunga dan hanya biaya administrasi setiap tahun 3 persen.
“Saya minta 1.000 pesantren, dan itu akan mensejahterakan umat melalui pesantren,” tegasnya.
“Tidak hanya mengelola bank wakaf mikro, pesantren ke depan juga harus menjadi koordinator bidang pertanian, pengelolaan sapi, dan jagung secara cuma-cuma. Untuk itu, pesantren harus menjemput bola atas berbagai program tersebut,” lanjut Kiai Ma’ruf.
Disinilah, kata Kiai Ma’ruf, pesantren sangat penting menjadi pusat ekonomi umat disamping menyiapkan ulama dan agen perubahan. Tapi, selain pesantren harus jadi pusat ekonomi, kaum santri dan ulama juga harus mengawal segala bentuk upaya yang ingin merusak negara seperti radikalisme, terorisme dan separatisme. (rd)








