KH Husein Muhammad Cirebon

Kekerasan terhadap Perempuan adalah Problem Peradaban

Posted on

Berita NU, BANGKITMEDIA.COM

SLEMAN- Peradaban manusia dibentuk oleh cara pandang, dan seharusnya cara pandang yang digunakan adalah cara pandang atau visi agama, yakni menciptakan keadilan dan kemanusiaan. Jika cara pandang ini tidak digunakan, maka yang terjadi adalah ketidakadilan.

Hal ini disampaikan KH Husein Muhammad (akrab disapa Buya Husein) dalam acara Seminar dan Loka Karya “Sosialisasi Pelibatan Laki-laki dalam Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender dan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak” di Hotel Cakra Kembang (15/08/2018) yang diselenggarakan oleh PW Fatayat NU DIY dengan Rahima Jakarta.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

“Perkara yang memunculkan ketidakadilan dan atau anti kemanusiaan maka perlu direinterpretasi cara pandangnya. Kita sebut saja ayat ar-rijalu qowwamuna ‘alannisa’, ayat ini lebih sering diungkapkan ketika memahami sebuah relasi, tetapi jarang sekali yang menyebut ayat inna akramakum ‘indallahi atqokum, yang juga bisa jadi ayat kedua lebih memiliki makna relasi yang sesungguhnya. Bahwa baik laki-laki dan perempuan itu sama, yang membedakan adalah ketakwaannya kepada Allah SWT,” tegas Buya Husein.

Menurut Buya Husein, persoalan kesetaraan ini adalah termasuk problem peradaban. Maka melakukan perubahan itu bukan hal yang mudah, jadi butuh kerja keras yang nyata dan menjalin kerjasama baik laki-laki maupun perempuan.

Baca Juga >  Tulisannya Menjadi Senjata Tajam

“Kita juga penting memahami fiqih mubadalah. Dalam fiqih mubadalah, kesalingan antara laki-laki dan perempuan harus muncul dalam sebuah relasi, apalagi dalam sebuah keluarga. Suami dan istri harus memiliki nilai kesalingan dalam melakukan apapun,” lanjutnya.

Sebelum menutup presentasinya Buya Husein membacakan puisi indah yang membuat peserta terperangah. Puisinya adalah sebagai berikut:

عامل الناس بما تحب ان يعاملوك .

Perlakukan orang lain sebagaimana engkau ingin diperlakukan. Jangan pernah lakukan terhadap orang lain apa-apa yang kau sendiri tidak ingin mereka lakukan terhadapmu.

لا تحتقر احدا. ولا شيءا فان الله لا يحتقره  حين خلقه

Jangan rendahkan siapapun dan apapun, karena Tuhan tidak merendahkannya saat menciptakannya

لا تكمل المحبة بين اثنين حتى يقول كل للاخر : انت انا

Cinta dua orang tak bisa sempurna sampai masing-masing mengatakan “kau adalah aku yang lain”.

(Yas)