Keberkahan Pancaran Cahaya Pada Wajah Rasulullah SAW

Keberkahan Pancaran Cahaya Pada Wajah Rasulullah SAW

Diposting pada

Keberkahan Pancaran Cahaya Pada Wajah Rasulullah SAW

Nabi Muhammad merupakan tokoh penting dalam sejarah agama Islam. Bahkan dapat dikatakan, seluruh umat muslim pasti sudah mengenal sosok seorang nabi dengan segala kebaikan dan kerendahan hatinya ini.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Beliau pun disebut sebagai utusan Allah yang menjadi tauladan seluruh umat muslim di dunia. Baik dari zaman kenabian hingga zaman modern saat ini.

Nabi Muhammad SAW sendiri merupakan nabi paling akhir yang diutus Allah untuk menuntun umat di dunia. Di mana Allah menjadikan Nabi Muhammad sebagai nabi penutup dan tidak ada lagi nabi setelahnya yang menjadi utusan Allah.

Dikisahkan oleh Sayyidah Aisyah RA, ketika beliau sedang menjahit dalam keadaan kurangnya penerangan, jarumnya terjatuh, beberapa saat beliau mencoba untuk mencari namun sia-sia, bersamaan dengan itu Rasulullah SAW memasuki kamarnya, maka terpancarlah cahaya dari wajah beliau sehingga darinya sayyidah Aisyah dengan mudah menemukan kembali jarum yang terjatuh.

Berkata Sayyidah Aisyah: “Betapa bercahayanya wajah mu Wahai Baginda.”

Rasulullah SAW pun bersabda: “Sungguh merugi orang yang tak dapat melihat wajahku di hari kiamat.”

Sayyidah Aisyah bertanya: “Siapakah gerangan orang yang merugi itu?”

Baca Juga >  Karomah Mbah Hamid Pasuruan Disaksikan Para Habaib dan Wali Jadzab

Nabi menjawab: “Orang yang ketika disebutkan namaku, namun tak bersholawat atasku.”

️Allah… Allah, beruntunglah orang yang dapat memandang dan mengambil manfaat dengan cahaya Sang Nabi SAW. Begitu pula Sayyidah Aisyah dan para sahabat lainnya yang kesemuanya telah memandang wajah mulia Sang Nabi SAW dan telah mendapatkan manfaat bagi kehidupan mereka didunia maupun di akhirat dalam mencapai ridha Ilahi.

Sedangkan Abu Lahab yang dahulu setiap harinya melihat wajah mulia Sang Nabi SAW, telah gagal memandang dan memanfaatkan cahaya tersebut, karena Abu Lahab hanya melihat Nabi Muhammad SAW sebagai musuh dan si anak yatim, bukan Muhammad Rasulullah SAW. Lalu bagaimana pandangan kita terhadap Junjungan Nabi SAW?

️Mudah-mudahan kita dapat memandang Baginda Nabi Muhammad SAW sebagaimana para sahabat memandangnya, sehingga kita pun dipandang olehnya ( Nabi Muhammad SAW) baik di dunia maupun kelak di akhirat nanti.

۞ *اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ*۞

Demikian Arikel Tentang Keberkahan Pancaran Cahaya Pada Wajah Rasulullah SAW. Semoga Bermanfaat Bagi Kita Semua.

Penulis: Al habib Quraisy Baharun