Keajaiban Istighfar

Syaikhona Kholil Bangkalan. (Gambar: Istimewa)

Oleh Arief Fauzi Marzuki

Arief Fauzi Marzuki

ALKISAH, suatu hari Syaikhona Kholil Bangkalan menerima beberapa tamu di rumahnya. Tamu yang pertama, seorang petani yang berharap turun hujan.

“Wahai Syaikhona, langit sudah lama tak mengguyur kita dengan hujan. Kami sudah lama gagal panen karena tidak ada air yang mengalir ke lahan pertanian kami”

Kemudian Syaikhona memberikan nasihat, “Minta ampunlah kepada Allah (istighfar).”

Tamu yang kedua, seorang pengusaha atau pedagang yang selalu merugi.

Wahai Syaikhona, saya ini pedagang, saya ini pengusaha, tetapi mengapa usaha saya dan  dagangan saya selalu ludes dan akhirnya bangkrut? Keluarga saya selalu didera kemiskinan dan terlilit utang, yang tiada ujung kapan penderitaan ini berakhir?

Lalu Syaikhona memberikan nasihat kepada orang tersebut, “ beristighfarllah, mohon ampunan kepada Allah.”

Tamu yang ketiga, pasangan suami istri yang sudah cukup lama menikah tetapi belum dikaruniai seorang anak.

Wahai Syaikhona, “Istriku belum hamil, padahal kami sudah lama menikah.”

Lagi-lagi Syaikhona Cholil memberikan nasihat yang sama. “Istighfarlah…! Mintalah ampunan Allah.”

Santri Ndalem yang membantu membuatkan minuman untuk para tamu tadi bertanya-tanya dalam hati. Dan akhirnya berani bertanya kepada Syaikhona Kholil langsung.

Wahai Syaikhona, “mengapa ada sejumlah orang mengalami permasalahan yang berbeda-beda, tapi nasihatnya sama, yaitu diminta beristighfar terus menerus. Mengapa demikian?

Syaikhona membaca firman Allah, Surah Nuh ayat 10-13:

فَقُلْتُ ٱسْتَغْفِرُوا۟ رَبَّكُمْ إِنَّهُۥ كَانَ غَفَّارًا

Fa qultustagfirụ rabbakum innahụ kāna gaffārā

“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun.”

يُرْسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا

yursilis-samā`a ‘alaikum midrārā

“Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat,”

وَيُمْدِدْكُم بِأَمْوَٰلٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّٰتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَٰرًا

Wa yumdidkum bi`amwāliw wa banīna wa yaj’al lakum jannātiw wa yaj’al lakum an-hārā

“Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai”.

مَّا لَكُمْ لَا تَرْجُونَ لِلَّهِ وَقَارًا

Mā lakum lā tarjụna lillāhi waqārā

“Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah?”

Mendengar penjelasan Syaikhona Cholil tadi, santri yang bertanya tadi barulah memahami, bahwa istighfar adalah jalan untuk dekat dengan Allah. Dengan begitu, Allah akan membuka berbagai kemudahan untuk menggapai cita-cita dan kemuliaan.

Keajaiban membaca istighfar juga terdapat dalam surat  al Anfal ayat 33, Allah menjanjikan orang-orang yang memohon ampunan sebagai berikut:

وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

wa mā kānallāhu liyu’ażżibahum wa anta fīhim, wa mā kānallāhu mu’ażżibahum wa hum yastagfirụn .

“Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun”. Astagfirllahal ’adhim ….100 kali. (*)

Arief Fauzi Marzuki, Penyuluh Agama Islam Kemenag Bantul.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar