lebaran bersama gus mus

Kata Gus Mus, Simbah Kiai Cholil Harun Itu Mata Pencahariannya Menulis Kitab

Posted on

Alhamdulillah, kerawuhan Simbah Kiai Ahmad Mustofa Bisri dan Keluarga Besar Leteh, Rembang.

Mbah Kiai Ahmad Mustofa Bisri Ngendikan:

“Allahu Yarham Kiai Cholil Harun Kasingan Rembang, mertuanya Kiai Bisri Mustofa dulu ma’isyahnya (mata pencahariannya) sehari-hari menulis kitab, terus dijual ke santrinya yang kaya-kaya. Kemudian ketika beliau mengaji setiap harinya mbalah 19 Kitab dengan berbagai fan keilmuan utamanya tetap Kitab Alfiyah Ibnu Malik. Belum lagi setelah mengaji beliau menulis karya-karyanya yang dijual dan dibuat ma’isyahnya beliau.”

Bapak Ngendikan:

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

“Dulu, Kitab Alfiyah Ibnu Malik beserta terjemah makna gandulnya yang ditulis oleh Allahu Yarham Kiai Cholil Harun Kasingan Rembang tidak sembarangan orang yang beli. La… Kok ndelalah Allahu Yarham Simbah KH. Hamzah Usman (Simbah Saya) dibelikan oleh Simbahnya Bapak Allahu Yarham KH. Usman Tambakroto, Sayung, Demak Kitab Alfiyah Ibnu Malik tulisan langsung Kiai Cholil Harun Kasingan dengan seharga 2 ekor kerbau harga aman dahulu. Mungkin untuk harga sekarang harganya sudah puluhan juta rupiah untuk membeli satu Kitab Alfiyah Ibnu Malik tulisan langsung Kiai Cholil Harun Kasingan Rembang.”

Baca Juga >  Jika Ada Pengagum Surga

~Wallahu A’lam~

Hari Ahad penuh berkah…

ini cerita saya:
Sedikit tambahan Allahu Yarham Mbah Kyai Bisri Mustofa kalau ngaji dan tidak tahu maknanya, pasti bilang, “aku utang disik ya besoknya di saur (bayar) makna yang terlewati,” au kama qola Mbah Yai Mustofa Bisri.
Ada juga banyak kyai sepuh kita ngaji dimana kitab yang dibuat ngaji kosong dikarenakan dulu waktu ngaji ketiduran atau tidak ngaji beliau-beliau ini tidak berani memaknai atau mengartikan karena takdzimnya sama guru-gurunya dan mushonef kitab, au kama qola bapak. Taseh menangi piyantun piyantun sepuh dan banyak cerita dari beliau berdua khususnya tambahan dari Gus Ulil Abshar Abdallah.

16 Juni 2019

Penulis: Gus Shidqon, Semarang.