Karomah Sarung Pemberian Mbah Hamid Pasuruan
Karomah Sarung Pemberian Mbah Hamid Pasuruan

Karomah Sarung Pemberian Mbah Hamid Pasuruan

Posted on

Karomah Sarung Pemberian Mbah Hamid Pasuruan.

Merek sarung nya RODA RANTAI. Sekarang mungkin sudah tidak ada. Saya hanya berbagi cerita saja ,tidak bermaksud yang lain.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Sekitar 40 tahun yang lalu, saya diberi sarung ini oleh Mbah Hamid Pasuruan. Ketika itu saya masih mondok dan menjadi santri beliau. Ketika itu saya sedang sakit, dan sowan utuk pamit mau pulang. Ringkas cerita, saya diijinkan, saya salaman sambil mencium tangan beliau. Saya melangkah keluar dari dalam kamar beliau. Namun baru sampai di depan pintu, beliau memanggil saya:

“Halim sarung yang saya pakai ini saya berikan ke kamu !, Ini masih saya pakai sekali.”

Lantas beliau masuk ke kamar khusus untuk melepas sarung itu dan ganti dengan sarung yang lain. Setelah sarung itu saya terima saya bawa ke kamar saya yang pada saat itu kamar saya ada di nomor 15.  Terus terang saja sarung itu saya simpan dan sesekali saya pakai tapi sangat jarang sekali. Dan sampai saat ini sarung itu masih saya simpan, tapi sudah tidak bisa dipakai karna sudah banyak yang sobek disana sini karena termakan usia.

Sekitar dua bulan yang lalu saya mengalami sakit, saya periksa ke dokter. Dari hasil Usg dan Rontgen dinyatakan ada batu pada empedu saya. Dan saya harus dioperasi. Semula saya takut dan tidak siap untuk operasi. Tapi akhirnya saya pasrah saja apa yang terbaik menurut dokter.

Beperapa hari berikutnya saya mimpi didatangi putra beliau, Gus Idris. Dalam mimpi itu Gus Idris tanya;

“Halim kamu dulu kan pernah diberi sarung sama Kiai Hamid…!”

Baca Juga >  Penghormatan Gus Dur dan KH Hamid Pasuruan Kepada Gus Kelik Krapyak

Hanya itu yang Gus Idris tanyakan, lalu saya terbangun. Pagi hari saya ambil sarung itu, yang sudah lama sekali sudah tidak pernah terpikirkan, tapi masih saya simpan. Dan sarung itu selalu saya tempel di perut ketika saya tidur.

Sekitar seminggu berikutnya, kira-kira jam setengah tiga malam, seperti ada orang yang datang ke tempat saya, dimana pada malam itu saya selesai melaksanakan shalat. Orang itu memegang kepala saya dan bilang:

“Kamu harus operasi”

Anehnya kepala saya terasa dingin. Pagi hari setelah shalat subuh, saya bilang pada istri kalau saya tidak jadi operasi. Istri saya tanya:

“lho kenapa?”

Saya bilang tadi malam saya sudah ada yang mengoperasi.

Istri saya jawab

“Sampean itu ketakutan sampe impèn-impennen”.

Pada hari itu juga sekitar jam 8 pagi, saya dapat telfon dari rumah sakit disuruh datang utuk menemui dokter bedah. Wah rasanya deg degan lagi. Saya berangkat sekitar jam 10 .Dan setelah ketemu sama dokter bedah, setelah di cek dalam bukunya dan dokter bilang:

“Pak tidak jadi dioperasi, cukup saya beri obat selama seminggu dan tolong jamu kunir saja….!”

Alhamdulillah sampai saat ini saya sudah tidak ada keluhan sedikitpun.

Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah…

Mohon doa semoga saya benar-benar sehat. Dan saya juga berdoa semoga panjenengan semua juga diberi kesehatan oleh Allah .Amin

Demikian Karomah Sarung Pemberian Mbah Hamid Pasuruan. Semoga bermanfaat.

Penulis: KH. Noer Halim, Santri KH. Hamid Pasuruan

Tinton juga video terkait :