Kalau Shalat, ‘Amir bin Abdullah bin Az-Zubair Minta Ditabuhi Rebana

Membaca kisah tabi’in yang ayah dan kakeknya merupakan sahabat Rasul ini, saya teringat dawuh waliyullah Gus Miek “Orang madura kalau shalat minta ditabuhi dengan gendang”. Entah lah siapa orang Madura yang dimaksud beliau. La ya’riful wali illal wali.

Terasa aneh terdengar kisah tersebut. Ada-ada saja, masak shalat minta ditabuhi gendang. Apa mau dangdutan?!

Ups.. jangan buru-buru menjustifikasi bid’ah ke orang Madura di atas bro. Ternyata kalangan Salafus Shalih juga pernah melakukan demikian, ya sohibut tarjamah ini yang sedang kita kisahkan, Amir bin Abdullah jika sedang shalat anak perempuannya memukuli rebana tung..tung..tung.. sementara istri dan koleganya asyik ngobrol di sampingnya tanpa mengecilkan suara mereka.

Ini berbeda dengan sebagian orang di Indonesia, kalau ada yang shalat maunya orang di sekelilingnya disuruh diam minimal mengecilkan suaranya, kalau ada yang nonton TV volumenya dimute dll.

Nah, pesan moralnya apa? Amir bin Abdullah dan orang madura yang diceritakan Gus Miek tadi ingin menguji sudah khusu’kah shalat mereka. Kalau dengan suara gendang tadi mereka merasa terusik maka mereka berkesimpulan shalatnya masih belum khusyu’.

Dan ajibnya mereka semua di atas tidak terusik dengan suara-suara itu.

ولم يكن يسمع ذلك ولا يعقله

Bagaimana dengan saya dan Anda? Ada yang mau mau saya gendangin ketika shalat? Biar joget-joget.. hehe…

Sumber: Kitab Al-IHYA’, 1/236

Penulis: Alvian Iqbal Zahasfan, Mustasyar PCI NU Maroko.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *