Kala Doa Jibril, Diaminkan Baginda Nabi Muhammad SAW

Ilustrasi. (Istimewa)
Arif Fauzi Marzuki

Oleh Arief Fauzi Marzuki

RAMADHAN dalah satu-satunya bulan dalam sistem penanggalan hijriah yang disebut dalam Al-Qur’an. Nabi Muhammad SAW menjelaskan kemuliaan Ramadhan dengan sabdanya:

رَمَضَانُ شَهْرُ اللهِ وَفَضْلُهُ عَلَى سَائِرِ الشُهُوْرِ كَفَضْلِ اللهِ عَلَى خَلْقِهِ

Artinya: Ramadan adalah bulan Allah. Keutamaannya dibanding bulan-bulan lain adalah bagaikan keutamaan Allah dibanding dengan makhluk-Nya.

Ketika Ramadan tiba, Rasulullah menyampaikan kepada para sahabat sebagai berikut:

وَقَدْ دَنَا شَهْرُ رَمَضَانَ لَوْ يَعْلَمُ الْعِبَادُ مَا فِيْ رَمَضَانَ لَتَمَنَّتْ اُمَّتِي اَنْ يَكُوْنَ سَنَةً

Artinya: Ramadan telah tiba. Seandainya para hamba Allah mengetahui terhadap apa-apa yang ada dalam Ramadan, maka umatku pasti berharap agar bulan ini tetap ada selama setahun penuh.

Di kesempatan yang lain, ada riwayat yang menerangkan agar kita benar-benar bisa memanfaatkan waktu Ramadan dengan baik. Berbuat baik kepada orangtua kala masih bersama kita dan mereka lanjut usia, dan yang terakhir adalah membaca salawat atas Nabi Muhammad SAW ketika ada orang yang menyebut nabi Muhammad SAW.

“Wahai Rasulullah, kami mendengar engkau mengucapkan âmîn tiga kali. Nabi menjelaskan: Pada tangga pertama tadi, Jibril mendatangiku dan mengatakan:

شَقِيَ عَبْدٌ أَدْرَكَ رَمَضَانَ، فَانْسَلَخَ مِنْهُ وَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ

Artinya: Celaka orang yang menjumpai Ramadan dan melewatinya tapi dosa-dosanya tidak diampuni. Maka aku mengucapkan ‘âmîn’.

Pada tangga kedua Jibril berkata:

شَقِيَ عَبْدٌ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ أَوْ أَحَدَهُمَا فَلَمْ يُدْخِلَاهُ الْجَنَّةَ

Artinya: Celaka orang yang menjumpai kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya tapi hal itu tidak bisa memasukkannya ke surga. Maka aku mengucapkan ‘âmîn’.

Pada tangga ketiga Jibril berkata:

شَقِيَ عَبْدٌ ذُكِرْتَ عِنْدَهُ وَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْكَ

Artinya: Celaka orang yang ketika namamu disebut di dekatnya, tapi ia tidak bershalawat padamu.

Maka aku mengucapkan ‘âmîn’.” (Syaefullah: Jatim.nu or.id: 2022)

Riwayat ini menunjukkan betapa tiga hal ini, jangan sampai abai, kelihatan peringatan yang sederhana, tapi umat Islam sering terlena. Maka dengan nada “ancaman” malaikat Jibril menunjukkan betapa doanya  yang diaminkan Nabi Muhammad saw, adalah sesuatu yang sangat serius. Wallahua’lam. (*)

Arief Fauzi Marzuki, PAI KUA Piyungan, Kemenag Bantul, DIY

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *