Jangan Pernah Bosan Patuhi Protokol Kesehatan.
Ayo ayo, kita tingkatkan kepedulian dan kesadaran untuk patuhi protokol kesehatan di era pandemi covid-19.
Saya tidak bosan-bosannya mengajak dan mengingatkan kita semua, sebagai bagian dari melaksanakan Ajaran Islam sebagaimana difirmankan Allah Tuhan Yang Maha Pengasih Penyayang, dalam Surat al-‘Ashr, untuk saling mengingatkan kesabaran dengan semakin sadar dan peduli meningkatkan kesehatan dan keselamatan di era pandemi Covid-19, dengan memutus mata rantai penyebaran virus Corona.
Banten yang tadinya sudah zona kuning berubah menjadi orange. Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang yang sebelumnya sudah zona orange kembali lagi ke zona merah. Di tingkat global kasus terkonfirmasi Covid-19 hampir tembus 27 juta, yang sembuh hampir 17 juta, dengan korban meninggal dunia hampir 900 ribu. Di tingkat nasional, kasus terkonvirmasi positif Covid-19 justru makin naik dalam awal September ini, di atas 3.000 an, bahkan pada 3 September tembus angka 3.622.
Sudah 104 dokter dan yang meninggal dunia terkena Covid-19.
Update nasional per 5 September 2020 terkonfirmasi positif 190.665, hampir tembus 200 ribu, (dengan kasus baru +3128); sembuh 136.401 (+2220); meninggal dunia 7.940 (+108). Di Banten, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 berjumlah 3000 (dengan kasus baru bertambah 85 kasus), yang sembuh 2.239 (+29), dan korban meninggal dunia 144 (+5). Meningkatnya kasus terkonfirmasi Covid-19 di antaranya disebabkan makin menurunnya kepatuhan masyarakat dalam melaksanakan Protokol Kesehatan.
Tidak bosan-bosannya tokoh nasional kita, Dr. (HC.) KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) mengingatkan kita semua agar semakin peduli dan sadar menjaga kesehatan dan keselamatan diri, keluarga dan masyarakat dan bangsa kita, di era pandemi Covid-19, dengan mematuhi Protokol Kesehatan, memakai masker, menjaga jarak aman (physical distancing), hidup bersih dan seterusnya.
Ketidakpedulian dengan mematuhi Protokol Kesehatan dalam memutus penyebaran Covid-19 adalah bentuk perbuatan dharar (madarat, menimbulkan bahaya) terhadap diri sendiri dan/atau orang lain yang hukumnya HARAM, dan pelakunya BERDOSA.
Mematuhi Protokol Kesehatan tersebut hukumnya WAJIB dan SEMAKIN WAJIB.
Mari kita ingatkan kembali bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:
نِعْمَتَانِ مَغْبُوْبَانِ فِيْهِمَا كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسٍ: اَلصِّحَّةُ وَالْفَرَاغَ (رواه البخاري عن ابن عباس رضي اللّٰه عنه)
Bahwa ada dua nikmat yang umumnya manusia terlena, kurang bahkan tidak peduli memanfaatkannya, yaitu KESEHATAN DAN WAKTU LUANG (HR. Al-Bukhari dari Ibnu ‘Abbas r.a.)
هَدَانَا اللّٰهُ وَإِيَّاكُمْ أَجْمَعِيْنَ.
Semoga Allah SWT memberikan hidayah kepada kita semua untuk semakin sadar dan peduli kesehatan dengan mematuhi protokol kesehatan di era pandemi covid-19. Semua ini demi keselamatan diri, keluarga, masyarakat, dan bangsa, dan dunia.
Semoga kita dan keluarga kita selalu dalam anugerah sehat wal afiat dan selamat dari covid-19. Semoga pandemi covid-19 ini segera berlalu. Amiiin.
Karawaci, 18-1-1442/6-9-2020.
Penulis: KH Dr Ahmad Ali MD, intelektual muda NU.








