Ini Salah Siapa?

Ini Salah Siapa?

Ini Salah Siapa?

Oleh: Muyassarotul Hafidzoh,

Bacaan Lainnya

Guru TPA Masjid Az-Zahrotun Wonocatur Banguntapan Bantul.

Nak, bagaimana bisa amarah menguasai dirimu?
Bukankah dia gurumu? Yang sudah sepatutnya kamu muliakan.
Mungkin tanpa kamu ketahui,
Setiap malam dia menghabiskan waktunya untuk mendoakanmu
Doa terbaik untukmu.

Kenapa kamu enggan mendengarkan kata-katanya?
Apakah perintah guru bagimu ancaman?
Sehingga kamu layangkan pukulan.
Mungkin caranya menggoreskan tinta di pipimu adalah tidak tepat
Tapi tahukah kamu, goresan itu penuh cinta
Dia mencintaimu, maka dia melakukannya padamu.

Namun, goresan itu kamu artikan lain
Kamu sakiti leher dan kepalanya,
Padahal kepalanya penuh dengan harapan-harapan indah tentang kamu
Bagaimana mungkin semudah itu kamu menyakitinya.
Sebenarnya ada apa denganmu nak?

Apakah kamu pernah disakiti seseorang?
Apakah kamu sering menjadi korban amarah seseorang?
Tidak mungkin orang tuamu di rumah mengajari kekerasan?
Tidak mungkin orang tuamu memarahi atau memukulmu?
Tidak ada orang tua yang mampu menyakiti anaknya.
Lantas siapa yang mengajarimu demikian?

Hidup di dunia nyata tidak sama dengan permainan, Nak!
Saya yakin pelajar sepertimu menghabiskan waktu untuk belajar dan membaca pengetahuan.
Atau kamu punya waktu lain untuk bermain dengan dunia maya?
Dunia yang terkadang banyak kekerasan di sana.
Dunia seakan tak nyata, namun merasuk dalam jiwa.
Dunia maya bagaikan pisau bermata dua nak…
Jika kita menggunakannya dengan benar maka pisau itu akan menolongmu
Menolongmu dari lapar,
Namun bisa juga menghancurkanmu, menghancurkan masa depan.

Ceritalah nak, apa yang membuatmu demikian.
Mungkinkah salah kami sebagai guru,
Atau kami sebagai orang tua,
Atau kami sebagai teman-temanmu,
Atau kami sebagai pemimpin bangsa,
Karena kami yakin bukan hanya kamu yang bersalah.
Kami minta maaf padamu….

Nak, sampaikan kepada kami sebagai teman-temanmu
Untuk tidak melakukan hal yang sama denganmu,
Sampaikan kepada kami sebagai guru gurumu
Permintaan maaf dan penyesalanmu,
Berjanjilah, kelak setelah masa hukumanmu berakhir
kamu akan menjadi pribadi yang lebih baik.
Kami yakin kamu sebenarnya anak yang baik.

Kirimlah do’a bagi almarhum gurumu,
Sebagaimana dia selalu mendoakanmu.
Langitkan doa bagi kami semua,
Supaya menjadi guru yang baik, orang tua yang baik,
Teman yang baik, pemimpin yang baik, masyarakat yang baik.

 

*Sebuah catatan untuk ananda MH siswa kelas XI SMA yang diberitakan telah menyakiti gurunya hingga meninggal (1 Februari 2018). Catatan ini wujud keprihatinan atas dunia pendidikan. Mari kita renungkan sejenak, apa yang harus kita lakukan, supaya tidak akan ada lagi kasus demikian.  Mari sama-sama berusaha mewujudkan keluarga yang penuh cinta kasih, sekolah yang ramah, desa yang damai, negara yang aman sejahtera. Karena ini adalah tugas bersama.

________________

Semoga puisi Ini Salah Siapa? ini dapat memberikan manfaat dan refleksi untuk kita semua, amiin..

simak artikel terkait di sini

kunjungi juga channel youtube kami di sini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *