Kisah Kewalian Kiai Hamid Pasuruan Diuji Dukun Santet

Ini Rahasia Kewalian Kiai Hamid Pasuruan dan Gus Dur

Posted on

Kiai Hamid Pasuruan dan Gus Dur mempunyai kebiasaan dan karomah yang sama, yakni suka berziarah ke makam ulama dan terutama wali.

Konon, saking terbiasanya Gus Dur ziarah makam Sunan Ampel, sampai-sampai KH Nawawi (dzurriyah Sunan Ampel dan imam besar Masjid Agung Sunan Ampel sebelum tahun 2000-an) hafal betul kapan Gus Dur mesti datang berziarah sehingga Kyai Nawawi mesti tak diberitahu sebelumnya telah menanti kedatangan Gus Dur dipusara makam Sunan Ampel.

Gus Dur pula ketika menjabat Presiden RI yang memasyhurkan makam Sayyid Ibrohim as-Samarqondi (orang Jawa menyebutnya Maulana Ibrohim Asmorokondi) di Palang Tuban. Juga Komplek Pemakaman Troloyo dimana Sayyid Jamaluddin Husein (lebih karib dengan Syekh Jumadil Kubro) di Mojokerta dimasyhurkan Gus Dur dengan menyebut bahwa moyangnya yang berasal dari China yang bernama Tan Kim Han (didefinisikan orang selaku Syekh Abdul Qodir as-Shiniy) dimakamkan di Troloyo ini.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Adapun perihal kebiasaan Kiai Hamid berziarah makam ulama, ada fakta menarik sebagaimana disebutkan dalam buku Percik-Percik Keteladanan Kiai Hamid dan cerita ayah penulis bahwa saban berziarah, Kiai Hamid senantiasa mengutamakan akhlaq.

Sebagaimana saat biasa mendawamkan ziarah makam gurunya Habib Jafar bin Syaikhon Assegaff dan mertua sekaligus pamannyaKH Achmad Qusyairi Shiddiqdipemakaman barat Masjid Agung Al-Anwar Pasuruan, Kiai Hamid selalu masuk dari penjuru yang menunjukkan posisi kaki dan duduk agak menjauh dari kijing makam. Ini amat tak sama dengan kebanyakan orang dalam berziarah makam ulama atau wali selalu berebut posisi paling dekat dengan kepala.

Baca Juga >  Karomah Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki, Jenazahnya Utuh dan Harum

Demikianlah, biar amat terlambat tapi penulis bersyukur pada akhirnya dikaruniai kesanggupan untuk mengungkap bagian fakta kecil di seputar kejadian besar mangkatnya orang besar yang mantan Ketua Umum Pengurus Besar  organisasi besar bernama NU. Semoga hal ini tercatat selaku termasuk mengingat ulama dan orang-orang besar yang bakal mendatangkan rahmat, idz bidzikrihim tatanazzalur rohamat. Amin

(Penulis: Gus Ipul)