Ini Pidato Abu Bakar As-Siddiq Saat Terpilih Jadi Khalifah

abu bakar

Dialah Abu Bakar As-Siddiq, sosok khalifah yang meneruskan kepemimpinan Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Abu Bakar terpilih secara demokratis dan dicatat sejarah sebagai sosok sangat tepat setelah wafatnya Nabi Muhammad.

Abu Bakar merasa dirinya tidak pantas menggantikan kedudukan Rasulullah. Tidak ada keinginan sedikitpun dalam dirinya untuk jabatan khalifah, tetapi karena masyarakat Madinah sudah menyepakati, Abu Bakar tetap teguh menjaga prinsip dalam kepemimpinannya sebagaimana diajarkan Rasulullah.

Setelah terpilih di Saqifah Bani Sa’idah, maka Abu Bakar segera melangkah menuju Masjid Nabi. Abu Bakar naik mimbar tempat Rasulullah dulu pernah berdiri. Tapi Abu Bakar berdiri satu derajat lebih rendah dari tangga yang pernah ditempati Rasulullah. Tak lain, itu adalah wujud hormatnya Abu Bakar kepada Rasulullah dan merasa tak patut menyejajarkan diri dengan Rasulullah.

Sebelum pidato, Abu Bakar tak kuasa menahan tangis. Ia masih sedih ditinggal kekasih dan pemimpinnya, Rasulullah. Tapi kemudian Abu Bakar sadar akan tugasnya dan segera tegak bicara di hadapan umat Islam. Berikut selengkapnya:

“Sesungguhnya aku kini telah diangkat menjadi pemimpin kalian, padahal aku bukanlah yang terbaik di antara kalian. Maka, kalau aku berlaku baik, maka bantulah aku, dan kalau aku keliru, maka luruskanlah aku.”

“Kejujuran ialah amanat, sedang dusta adalah khianat. Orang lemah di antara kamu, pada sisiku dia kuat, sehingga aku berikan haknya padanya, Insya Allah. Dan orang kuat di antara kamu, pada sisiku dia lemah, sehingga aku ambil hak daripadanya, Insya Allah.”

“Tidak ada satu kaum yang meninggalkan perjuangan di jalan Allah, kecuali Allah menimpakan pada mereka kehinaan. Dan tidak ada suatu kejahatan yang merajalela pada suatu kaum, kecuali Allah menimpakan bencana atas mereka secara merata.”

“Taatilah aku selagi aku taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Bila aku sendiri bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya, maka tak ada kewajiban bagimu untuk taat kepadaku. Bangkitlah kalian untuk shalat, semoga Allah merahmati kalian.”

Inilah pidato Abu Bakar, sangat tepat menjadi pelajaran dan ilmu kepemimpinan bagi semua pemimpin di Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *