Ini Nasab Hadratusysyaikh KH Hasyim Asy’ari Sampai Rasulullah SAW

Kisah Hadratusyeikh KH. Hasyim Asy’ari Menggendong Nabi Khidir

Salah satu tokoh besar umat Islam yang dimiliki bangsa Indonesia adalah Hadratusysyaikh KH M Hasyim Asy’ari. Lahir di Jombang, 10 April 1875 dan wafat di Jombang 25 Juli 1947. Makamnya ada di lingkungan Pesantren Tebuireng, pesantren besar yang didirikan.

Kehidupan Kiai Hasyim dipenuhi dengan perjungan yang luar biasa. Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945 tak bisa dilepaskan dari jejak perjuangannya. Apalagi dalam organisasi Nahdlatul Ulama (NU), Kiai Hasyim adalah ruh yang menggerakkan pergerakan NU sampai saat ini.

Tokoh besar selalu lahir dari darah perjuangan yang luar biasa. Demikian juga Kiai Hasyim yang ternyata lahir dari rahim perjuangan Kanjeng Nabi Muhammad SAW, baik biologis maupun ideologis. Berikut ini nasab selengkapnya.

  1. KH Hadratusysyaikh KH. M Hasyim Asy’ari (Jombang)
  2. KH Asy’ari (Jombang)
  3. Syekh Abu Sarwan
  4. Syekh Abdul Wahid
  5. Syekh Abdul Halim
  6. Syekh Abdurrohman (Pangeran Samhud Bagda)
  7. Syekh Abdul Halim (Pangeran Benawa)
  8. Syekh Abdurrohman / Jaka Tingkir (Sultan Pajang)
  9. Sunan Giri (Raden Ainul Yaqin)
  10. Maulana Ishaq
  11. Syekh Jamaluddin Akbar al-Husaini (Maulana Akbar)
  12. Syekh Ahmad Syah Jalal (Jalaluddin Khan)
  13. Syekh Abdullah (al-Azhamat) Khan
  14. Syekh Abdul Malik (Ahmad Khan)
  15. Syekh Alwi Ammi al-Faqih
  16. Syekh Muhammad Shahib Mirbath
  17. Syekh Alwi ats-Tsani
  18. Syekh Muhammad Sahibus Saumiah
  19. Syekh Alwi Awwal
  20. Syekh Ubaidullah
  21. Syekh Ahmad al-Muhajir
  22. Syekh Isa ar-Rumi
  23. Syekh Muhammad an-Naqib
  24. Sayyid Ali al-Uraidhi
  25. Sayyid Ja’far ash-Shadiq
  26. Sayyid Muhammad al-Baqir
  27. Sayyid Ali Zainal Abidin
  28. Sayyid Husein
  29. Sayyidah Fatimah al-Zahra dan Sayyidina Ali bin Abi Thalib
  30. Sayyidina Kanjeng Nabi Muhammad SAW

Inilah darah perjuangan Kiai Hasyim Asy’ari. Semoga kita semua masuk dalam barisan perjuangannya di NU dan NKRI. (mm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar

  1. sebelumnya minta maaf. sy harus mengomentari soal susunan silsilah haddrotus syaikh sampai pendiri kesultan pajang. sangat amat jauh kurun waktunya tetapi kok sangat cepat dalam urutanya. samgat perlu dikaji lagi dan cari lagi refrensi yg lebih mendekati ” atau memper” bahasa jawanya.

    1. saya rasa memper saja karena dari jaka tingkir ke kh. hasyim asy’ari itu ada 6 generasi. dan kh. hasyim asy’ari generasi yang ke 7. jaka tingkir meninggal pada tahun 1583 M, sedang kh. hasyim asy’ari meninggal pada tahun 1947 kalau gk salah. berarti ada jarak sekitar 364 th. kalau tiap generasi itu berumur 63 (spt rosululloh) maka udah pas karena ada rentang 6 generasi. coba anda hitung sendiri