بسم الله توكلت علي الله ولا حول ولا قوة الا بالله العلي العظيم
Sumpah telah diikrarkan, Janji telah terucapkan
Demi Allah saya bersumpah, untuk menjaga Pancasila dan UUD 1945, Menegakan Kehidupan Demokrasi, serta Menjalankan tugas sebagai Lurah Desa Panggungharjo dengan Sebaik baiknya, Sejujur-jujurnya dan Seadil-adilnya.
Jika bukan karena amanah yang telah diberikan oleh warga desa Panggungharjo, tentulah tiada keberanian diri ini, seorang faqir, mengangkat sumpah atas nama Tuhan.
Aku sangat memahami bahwa Jalan pemimpin bukanlah jalan yang mudah, Memimpin adalah Menderita, sebagaimana yang pernah disampaikan Kasman Singodimedjo kepada Hadji Agus Salim, dan demikian pulalah yang dialami oleh para pemimpin bangsa ini, mulai dari Prof. Sardjito, Gus Dur, Yap Thiam Hien, RA Kartini, Jend. Soedirman, Bung Karno, Hatta, KH. Ahmad Dahlan, KH. Hasyim Asy’ari, RM Panji Sosrokartono ataupun Dewi Sartika.
Kepada beliau para pahlawan kami, Sumpah tersebut kuucap sebagai wujud kecintaan kami kepada negeri dan para pemimpin pemimpin bangsa ini dan untuk sekedar mengingatkan bahwa kemerdekaan bukan diperoleh dengan cara yang mudah
Sumpah tersebut juga menjadi wujud penghormatanku kepada Mbah Lurah Hardjo Sumarto Mbah Lurah Pawiro Sudarmo, Mbah Lurah Broto Asmoro, Mbah Lurah Siti Sremah Sri Djazuli, Mbah Lurah H. Samidjo atas keberanian dan keteguhannya menjalani penderitaan sebagai pemimpin desa kami, yang sejak 24 Desember 1946 terus berjuang dan menorehkan karya karya besar guna meletakan dasar-dasar kemandirian desa.
Semoga dengan senantiasa mengingat perjuangan dan penderitaan yang telah dialami oleh para pahlawan dan pendahulu kami, menjadikan diri kami agar semakin hati hati untuk tidak sekali kali mengkhianati perjuangan para pahlawan dan pendahulu kami. Menjalankan tugas sejarah dengan berlaku Adil Sejak Dalam Pikiran
Saatnya kembali bangkit, bergerak, berjuang dan berkarya mewujudkan mimpi mimpi mereka, karena Karya adalah wujud Penghormatan Atas Hidup. Bersama kita lanjutkan perubahan banyak pekerjaan yang belum tuntas benar, hanyalah pecundang yang meninggalkan medan perang sebelum menang.
–
Ibu
Izinkan aku memohon
Bukan agar penderitaan ini berakhir
Tetapi agar aku teguh menjalaninya
(Wahyudi Anggoro Hadi, Kepala Desa Panggungharjo Sewon Bantul)
*Wahyudi Anggoro Hadi menjabat untuk kedua kalinya sebagai Kepala Desa Panggungharjo. Visi, misi dan geraknya luar biasa, sehingga banyak sekali gelar bergengsi diterimanya sebagai Kepala Desa atau diterima Desa Panggungharjo yang dipimpinnya. Tahun 2014, Wahyudi sudah dinobatkan sebagai Kepala Desa terbaik se Indonesia. Pada 23 November 2018, Wahyudi kembali dilantik sebagai Kepala Desa Panggungharjo periode kedua.








