Peran Kiai Marzuqi Giriloyo dalam mengislamkan masyarakat Gunungkidul tidak bisa dipandang sebelah mata. Bisa dikatakan, Kiai Marzuqi adalah perintis dakwah Islam di Gunungkidul yang waktu itu, masyarakatnya masih menganut ajaran kejawen warisan nenek moyang.
Medan alam Gunungkidul yang naik turun dan masih terdapat banyak hutan, tidak menyurutkan langkah Kiai Marzuqi Girilogo untuk mendakwahkan Islam. Dengan berjalan kaki, Kiai Marzuqi berdakwah menyusuri daerah-daerah di Gunungkidul. Dari satu desa ke desa lainnya, dari satu tempat ke tempat lainnya, Kiai Marzuqi mengajarkan Islam kepada penduduk-penduduk desa. Berkat kegigihannya dalam berdakwah, lambat laun masyarakat Gunungkidul memeluk agama Islam.
Makanya, warga Gunungkidul begitu mencintai Kiai Marzuqi, hingga hari ini.
“Karena bagi masyarakat Gunungkidul, Mbah Marzuqi itu sudah seperti bapak mereka,” ungkap Kiai Zabidi
Baca Juga: Ditelepon Mbah Marzuqi, Polisi Kembalikan Motor Santri
Sebagai bukti kecintaan masyarakat Gunungkidul kepada Kiai Marzuqi, tiap tahun jelang haul, mereka mengirimkan kayu bakar bertruk-truk.
“Kemarin saja, pondok pesantren dapat kiriman kayu bakar sebanyak sembilan truk dari masyarakat Gunungkidul. Kayu-kayu itu yang digunakan memasak selama rangkaian haul berlangsung,” kata Kiai Zabidi.
Kiai Zabidi menceritakan kalau hampit tiap tahun, masyarakat Gunungkidul bertanya kapan waktu haulnya Kiai Marzuqi.
“Sering sekali bertanya kapan waktunya haul. Kalau sudah dikasih tahu, mereka segera mengirimkan kayu bakar ke sini,” ujar Kiai Zabidi.
Apa yang dilakukan oleh masyarakat Gunungkidul tersebut merupakan bukti cinta mereka kepada Kiai Marzuqi Giriloyo. Hal itu sekali lagi membuktikan bahwa Kiai Marzuqi Giriloyo adalah kiai yang membumi di masyarakat. Cara dakwah santun Kiai Marzuqi begitu membekas di hati masyarakat Gunungkidul. Tentu, hal itu juga sama dengan yang dilakukan oleh para Walisongo perintis dakwah Islam di tanah Jawa dan juga penyebar Islam setelah Walisongo seperti Kiai Munawwir Krapyak, Kiai Ali Maksum dan lain sebagainya. Al Fatihah. (rk/md/an)








