Humor: Ketika Santri Bertanya Kepada Pak Polisi!

Posted on

Sebut saja  Mahrus namanya. Ia adalah seorang marketing majalah Bangkit. Hari itu, ia mendapat undangan dari Gus Tafidz untuk datang di acara resepsi pernikahanya. Sebagai seorang muslim yang baik, ia pun datang memenuhi undangan tersebut. Sayangnya, ia tidak mengetahui alamat rumah Gus Tafidz dengan baik. Meski begitu ia nekat pergi dengan membawa motor jadulnya.

Beberapa Km berjalan, ia mulai kebingungan tak tahu jalan selanjutnya. Pucuk dicinta ulam pun tiba, saat kebingungan, ia melihat kantor post polisi berada tepat beberapa meter di depannya. Ia sangat hafal dengan slogan kepolisian, yakni melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat. Sebagai bagian dari masyarakat, ia berharap mendapatkan pelayanan dari kepolisian, berupa petunjuk ke alamat yang dituju. Berbekal harapan itulah dengan beraninya, ia mendatangi kantor kepolisian untuk menanyakan alamat yang ia tuju. Tanpa basa-basi ia pun bertanya kepada salah satu pak polisi yang berjaga di kantor polisi tersebut.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

“Pak, saya mau tanya, alamat ini mana ya pak?” ujar Mahrus sambil menyodorkan secarik kertas kepada pak polisi.

“Surat-suratnya mana dulu mas?” pak polisi ganti bertanya.

Baca Juga >  Humor Gus Dur: Pisang Goreng Aktual

Mahrus pun kaget dengan pertanyaan pak Polisi. Ia sadar sesadar-sadarnya bahwa ia tak memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi). Tetapi, Ia sama sekali tak menyangka akan mendapatkan pertanyaan seperti itu.

“Mas, mana surat-suratnya?” ulang pak polisi.

“Anu, pak, saya tak punya SIM”

“Ya sudah, sampean saya tilang,  dan kena denda Rp. 20.000”

Mendengar titah pak polisi, ia pun segera merogoh sakunya. Sial, uang yang ada di sakunya pas Rp. 20.000. Tak kurang dan tak lebih. Ia pun menyerahkan uang hijaunya kepada pak polisi yang terhormat dengan penuh penyesalan. Setelah mendapatkan uang, pak polisi dengan penuh senyuman memberitahu alamat yang dituju olehnya. Dalam hati ia berujar,  tanya saja butuh 20.000, apalagi kalau minta diantar. Katanya melayani, ini mah bikin makan ati. Tambahnya sambil memacu motornya ke jalan raya kembali. (Rokhim)

Gus Muwafiq mengungkap kekuatan orang Jawa itu sejak dari leluhur terdahulu, berikut tonton video di bawah ini;