Dosen UIN Suka: Memahami al Quran Harus Utuh, Tidak Sepotong-Sepotong.

Posted on

Memahami al Quran harus utuh, tidak sepotong sepotong

Oleh: Dr KH Abdul Mustaqim, Dosen UIN Sunan Kalijaga.

Tidak menyebut non Muslim dengan sebutan KAFIR tidak berarti mengingkari Surat al-Kafirun, (apalagi dikafirkan), sebab konteks surat tersebut di Mekah, dimana masyarakat saat itu umumnya penyembah berhala dan memusuhi Nabi Saw, sementara al Qur’an sendiri di banyak ayat yang lain menyebut orang orang Yahud dan Nasrani ketika di Madinah, dengan sebutan Ahlul Kitab.

Di sisi lain, Nabi Saw, tidak pernah memanggil non Muslim dengab sebutan Ya Kafir. Ini artinya bahwa Nabi Saw juga mengajarkan dan menerapkan etika beragama dalam konteks masyarakat multi agama.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Baca Quran mestinya tidak sepotong potong. Baca Quran juga perlu diiringi dengan baca Sirah Nabi Muhmmad.
Wa Allahu Alam.