Cegah Kawin Anak dan Stunting : Khotim Melaju di PAI Award DIY Tahun 2025

Khotimatul Husna SAg MH

PENYULUH Agama Islam pada Kantor Urusan Agama Kapanewon Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Khotimatul Husna, S.Ag., M.H. berhasil terpilih sebagai Penyuluh Agama Islam (PAI) Award 2025 Tingkat DIY dengan kategori Kesehatan Masyarakat sehingga didapuk sebagai wakil DIY di Tingkat Nasional.

Khotimatul Husna atau Mbak Khotim, yang juga Sekretaris III PW Muslimat NU DIY, dalam pemilihan Penyuluh Agama Islam Award 2025 ini mengusung Program Edukasi Remaja GERCEP PENTING PLUS (Gerak Cepat Penyuluh Peduli Stunting dan Kawin Anak). Menurut Khotim, program ini melibatkan partisipasi remaja dalam pencegahan dan penurunan kawin anak dan stunting di Kabupaten Bantul, khususnya Kapanewon Banguntapan yang angka kawin anak dan stuntingnya masih tinggi. Metode GERCEP PENTING PLUS adalah model pembelajaran fasilitasi yang melibatkan keaktifan dan partisipasi peserta remaja. Harapan, cita-cita, pengetahuan, dan pengalaman remaja dieksplorasi dan dimaknai secara bersama untuk merumuskan konsep diri sebagai remaja sehat. Materi yang disampaikan meliputi kesehatan reproduksi dan cegah kawin anak dan stunting. Termasuk apa yang bisa dilakukan remaja dalam pencegahan dan penurunan kawin anak dan stunting.

Output kegiatan Edukasi Remaja GERCEP PENTING PLUS ini adalah membangun kesadaran remaja untuk terlibat aktif dalam pencegahan dan penurunan angka kawin anak dan stunting dengan memilih gaya hidup sehat. Selain itu, Khotim menjelaskan bahwa program ini bisa menjadikan remaja sebagai konselor sebaya yang bisa memberikan informasi yang tepat tentang kesehatan reproduksi dan cegah kawin anak dan stunting pada remaja seusianya.

Khotim, mantan Ketua PW Fatayat NU DIY yang juga penceramah di berbagai majelis ta’lim serta instruktur nasional Bina Keluarga Sakinah Kemenag RI ini, menuturkan bahwa Penais Zawa Kanwil Kemenag DIY mengadakan Pemilihan PAI Award 2025 dengan sembilan kategori, yakni Peningkatan literasi al-Quran, pendampingan kelompok rentan, kesehatan masyarakat, pemberdayaan ekonomi umat, pendampingan hukum, pelestarian lingkungan, metode penyuluhan baru, penguatan moderasi beragama dan anti korupsi. Masing-masing kategori dipilih peringkat 1 untuk melaju ke Tingkat Nasional. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *