PEMBINAAN DAI-DAIYAH KABUPATEN BANTUL: “Membangun Dakwah yang Sejuk”

Bangkitmedia.com, BANTUL – Alunan merdu pembacaan Kalam Ilahi oleh Drs.  Suharyanto dan semangatnya peserta pembinaan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin Shofwatun Ni’mah, S.Pd., menambah indah suasana pagi itu, Yaitu Acara Pembinaan Dai-Daiyah Kabupaten Bantul angkatan ke-2 yang diselenggarakan oleh Kasi Bimas Islam Kemenag Bantul dengan KUA Piyungan, di Aula PP MI Sananul Ula Daraman, Srimartani, Piyungan Bantul, (Selasa, 17 Juni 2025).

Choirul  Amin, S.Ag, MH., Kepala KUA Piyungan menyambut baik acara ini,karena Penyuluh Agama Islam tidak hanya bertugas sebagai dai (pendakwah), tetapi juga sebagai pembina masyarakat, mediator kerukunan, dan agen perubahan sosial yang berlandaskan nilai-nilai Islam wasathiyah (moderat). Tugas ini sangat strategis dalam memelihara keharmonisan beragama di Indonesia.

Senada dengan itu, H. Dani Budhianto,  SE, PLH, Kasi Bimas mengatakan, para dai dihimbau untuk membawakan pesan agama dengan cara yang sejuk yang senantiasa  membangun semangat harmoni dan persatuan di tengah-tengah masyarakat.

Sebagai pemateri, dosen UIN Sunan Kalijaga  Prof. Dr. H. Abdul Mustaqim, MAg., menyampaikan, menjadi dai atau penyuluh agama, sebaiknya mengikuti filosofi Jawa:

Sirna Dalane Pati, Nursipat, Luber Tanpo Kebek

Sirna dalane pati. Hilangkan apa yang harus dihilangkan agar matimu enak, Khusnul Khotimah (yang dihilangkan adalah penyakit hati ; Sombong, iri, dan dengki ) “

Nursipat “Jadilah orang yang bermanfaat, Nursipat adalah bersifat Cahaya”

Luber tanpo Kebek. Sekaya apapun harta mu, setinggi apa pun ilmu dan pangkatmu, jangan terlihat menunjukan diri tetaplah sederhana, supaya sejatinya penyakit hati tidak muncul,” Ungkapnya.

Pemateri berikutnya, Dr. H. Muhajir, MSI., menyampaikan tentang perlunya mengubah paradigma dakwah seiring perubahan zaman yang kian modern sepanjang mengikuti tiga prinsip.  “Yang pertama mempertahankan nilai-nilai lama yang baik. Kedua, mengambil nilai-nilai  baru yang lebih baik, Ketiga, melakukan penemuan dan inovasi menuju kondisi lebih baik dan lebih baik lagi,” jelasnya. (Arif Faozi_KUA Piyungan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *