Catatan Munas-Konbes: Acara Sampingannya Asyik dan Ngangenin (04)

MUNAS-KONBES, KOTA BANJAR

Selain acara-acara yang bersifat ritual organisasional, hal yang paling asyik dan ngangenin dari even semacam Munas atau Muktamar NU adalah acara-acara sampingannya.

Yang paling favorit tentu saja forum Bahtsul Masail Diniyah, yang biasanya terbagi menjadi 3 bidang/komisi: Bahtsul Masail Diniyah Waqi’iyah (permasalahan agama aktual/kontemporer), Bahtsul Masail Maudhu’iyah (permasalahan2 tematik) dan Bahtsul Masail Qanuniyah (permasalahan terkait regulasi).

Pada Munas kali ini masalah-masalah yang diangkat sebagai obyek pembahasan juga sangat menarik. Di komisi Diniyah Waqi’iyah, misalnya, diangkat topik tentang Bahaya Sampah Plastik, Hukum Perusahaan AMDK yang menyebabkan sumur warga kering, Masalah Niaga Perkapalan, Hukum Bisnis Money Game, Hukum Stem Cell/Sel Puncak, dan Legalitas Syariat bagi Peran pemerintah.

Sementara di Komisi Maudhu’iyah dibahas tentang Negara, Kewarganegaraan, dan Hukum Negara; Konsep Islam Nusantara; dan Hukum Politisasi Agama. Sedangkan di komisi Qanuniyah, para ulama NU akan merespon dan membahas RUU Anti Monopoli dan Persaingan Usaha, RUU PKS (Penghapusan Kekerasan Seksual) dan RUU Permusikan.

Tuh, keren Khan. Diskusi-diskusi para Kyai di NU itu udah selangkah lebih maju. Udah gak bersitegang soal-soal khilafiyah ibadah mahdhah, yang di NU udah tuntas dikaji jauuuh di muktamar-muktamar puluhan tahun lalu. Iyalah, tahun ini, usia NU kan sudah 93 tahun, masak masih ribut urusan Qunut Subuh dan jumlah rakaat shalat tarawih.

Selain sidang-sidang Komisi Bahtsul Masail, penggembira Acara Munas dan Konbes juga dimanjakan dengan berbagai Halaqah dan Diskusi, seperti Ngaji Plastik bersama LPBI (Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim PBNU), Halaqah fiqih Kebahagiaan bersama Lakpesdam (Lembaga Kajian dan Pengembangan SDM PBNU), Bedah buku Menjadi Manusia Rohani, dan masih banyak lagi. Masih ditambah juga dengan pengajian Akbar yang diisi oleh tausiyah Gus Muwafiq, dan konser Santri of The Year, Veve Zulfikar, dan Grup Qasidah Modern legendaris, Nasyida Ria…

Jadi… Gak ada alasan lagi kan untuk gak datang ke even Munas dan Konbes NU di Banjar ini…

Penulis: Ahmad Iftah Sidik, santri Habib Lutfi dan Khodim Pesantren Fatahilah Bekasi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *