ibnu taimiyah

Benarkah Ibnu Taimiyah Menolak Tasawuf?

Posted on

Ibnu Taimiyah menerima tasawuf di satu sisi dan melancarkan kritikan di sisi lain. Ini tercermin dalam pemetaannya pada istilah al-dzauq al-imani dan al-wajdu ad-dini.

Yang pertama adalah “tasawuf syar’i”, ia sahih, yang kedua adalah “tasawuf bid’ah”, ia terlarang.

Yang dimaksudnya sebagai yang pertama ialah bahwa peribadatan, penegakan syariat, memang memerlukan penyelaman rohaniahnya. Agar bersyariat tidak dangkal dan hambar mati rasa.

Yang dimaksudnya sebagai yang kedua ialah mistifikasinya. Beliau menolak keras segala bentuk pendekatan ghaib, mistis, seperti tajalli, kasyaf, dan musyahadah –sebagaimana diajarkan Imam Ghazali–karena menurutnya yang paling pokok ialah semata kepatuhan beribadah dan menghayati lelaku tersebut, bukan ungkapan pengalaman mistisnya. Pun demi menghindarkan diri dari risiko besar pengkultusan, khurafat, dan sejenisnya.

Info Peluang Usaha Depot Air Minum Isi Ulang by INVIRO

Menariknya ialah kritisi beliau ini tidak serta merta menghantar beliau menyangkal para sufi sebelumnya yang menggunakan pendekatan mistis dalam bertasawuf. Bahkan kepada Syekh Abdul Qadir al-Jailani, beliau menyebutnya sebagai “syaikhuna” (guru kami).

Baca Juga >  Antara Ngaji dan Haji: Ngaji Amal Setara Haji

Jadi, Ibnu Taimiyah tak bisa digolongkan sebagai penolak tasawuf secara keseluruhan; ia pun mengakui urgensi dimensi rohaniah syariat –ini serupa dengan pandangan Syekh Abdul Qadir al-Jailani dalam “Sirrul Asrar fima Yahtaj Ilaihi al-Abrar” perihal ajaran Allah Swt dalam bentuk syariat dan hikmah; hanya memang ia menolak segala bentuk tarekat sufistik beserta ungkapan-ungkapan mistiknya.

Dan, bagi sebagian peneliti, tepat di sisi inilah Ibnu Taimiyah dikritisi pula: dianggap “memurnikan Islam” (dari bid’ah dan khurafat) pada cabang-cabangnya tetapi menerima pokoknya, intinya. Dalam ungkapan ekstrem, Ibnu Taimiyah dinyatakan “puritan setengah hati”. Prof. Simuh salah satu kritikusnya.

Penulis: KH Dr Edi Mulyono, wakil ketua LTN PWNU DIY.