Barbarossa

Barbarossa Brothers: “Perompak Muslim” yang Ditakuti Barat

Posted on

Pria besar berjenggot merah yang tercatat dalam sejarah hanya tiga, yaitu kaisar Romawi Frederick I dan kakak beradik (Aruj dan Khairuddin, Turki Usmani). Barbarossa yang berarti si Jenggot Merah, merupakan julukan yang diberikan oleh bangsa Barat karena penampilan Aruj dan Khairuddin yang mempunyai jenggot lebat berwarna merah. Kisah heroiknya di lautan berhasil membuat namanya melegenda menjadi penguasa lautan yang sangat disegani dan ditakuti kala itu.

Awalnya, mereka hanyalah pemuda biasa. Suatu hari dalam sebuah perjalanan dagang kapal mereka dirusak oleh kapal militer Spanyol sehingga adik mereka meninggal. Ini membuat keduanya marah dan akhirnya dendam. Kemudian memutuskan untuk menjadi perompak dengan jalan menghancurkan setiap kapal Spanyol, baik kapal dagang maupun militer. Aksi ini berlangsung cukup lama, dan tersebarlah nama Barbarossa Brothers di seantero Eropa.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Misi dendam berubah menjadi misi perjuangan Islam setelah mendengar jatuhnya Andalusia. Puluhan ribu bangsa Moor berhasil diselamatkan ke Afrika Utara. Tetapi, penguasa Aljazair tidak seramah sultan di Tunisia, Sultan Salim at Toumy malah mengusir Barbarossa ketika bertempur dengan pasukan Kristen Spanyol. Aruj memutuskan untuk mempertahankan Aljazair dan akhirnya memimpin kota pelabuhan tersebut atas nama kesultanan Turki.

Tahun 1518 M Spanyol berhasil menghasut pemimpin kota Tlemcen (Tilmisan) untuk menentang Aruj. Pasukannya tercecer dan Aruj sempat lolos, namun banyak pasukan yang tertangkap. Karena kedekatannya dengan anak buah, Aruj kembali bertempur namun sayang ia gugur. Kejadian ini menjadi pembakar semangat Khairudin untuk terus berjuang. Hasilnya pun luar biasa. Sepenuhnya Laut Tengah dan Mediterania/Afrika Utara dikuasainya. Tak ada satu pun kapal Eropa yang berani melewati wilayah Khairudin, kecuali mereka bersedia membayar pajak.

Gugurnya Aruj menjadikan pimpinan armada laut Turki berpindah ke Khairuddin, adiknya. Sadar terlalu banyak ancaman dari negeri sekelilingnya, ia meminta supaya Amir Tunisia dan Tlemcen mengalihkan kekuasaan atas nama daulah Turki Usmani, mereka pun setuju, hingga pada tahun 1519 M Turki mengangkat Khairuddin sebagai beylerbey (Bakler Baik) atau wakil Turki di Aljazair dan memimpin pasukan Janissary, pasukan khusus militer Turki.

Baca Juga >  Ini Kisah Santri-santri Pejuang Kemerdekaan RI

Selama Khairuddin mempimpin, penyelamatan bangsa Moor di Andalusia semakin banyak dilakukan, tercatat 7 kali pelayaran dengan 36 kapal. Kristen Eropa semakin pusing dengan gemilangnya Sulaiman I yang menguasai daratan dengan pasukan Janissary-nya dan menguasai Laut Tengah oleh Khairuddin Barbarossa. Tahun 1529 M di pulau Penon saat adzan berkumandang orang Spanyol menembakkan meriam ke menara masjid, terjadilah peperangan, tetapi setelah 20 hari pulau tersebut berhasil dikuasai oleh Khairuddin.

Di tahun yang sama Andrea Doria di Genoa yang bersekutu dengan Charles V melanjutkan misi reconquita. Mereka menyebut Barbarossa sebagai bajak laut, meskipun tidak ada bendera hitam dan tengkorak yang menjadi simbol, bahkan bendera yang diusung adalah bendera hijau berisi kaligrafi doa. Charles V yang berusaha menarik Knights of Rhodes ke pulau Malta gagal membendung penguasaan Barbarossa atas Laut Tengah. Kagum atas prestasi Barbarossa, diangkatlah menjadi panglima laut dan membenahi angkatan laut Turki Usmani.

Pembangunan maritim Usmani dirintis dan mengalami pertumbuhan pesat pada masa Sultan Bayazid II. Khairuddin Barbarossa berhasil menyelamatkan ribuan muslim Spanyol dari kekejaman Kristen Eropa. Tahun 935 H/1529 M, kapal-kapal laut Usmani diberangkatkan menuju Spanyol untuk mengangkut sekitar 7000 muslim Spanyol yang diburu oleh pemerintah untuk dibunuh, dipaksa memeluk Kristen, atau dijadikan budak.

Penderitaan terbesar aliansi Kristen adalah dalam Perang Preveza pada tahun 945 H/1538 M. Khairuddin berhasil menguasai pantai Spanyol dan menghancurkan angkatan laut Pasukan Salib di Laut Mediterania. Spanyol menderita kerugian yang besar karena kalah dalam pertempuran. Khairuddin juga berperan dalam kerja sama militer dengan Perancis saat membebaskan Kota Nice pada tahun 950 H/1543 M. Hasilnya Turki Usmani diberi kekuasaan atas kota pelabuhan Toulon, yang kemudian menjadi basis militer sekaligus pelabuhan Kerajaan Usmani di Laut Mediterania bagian barat. Tiga tahun setelah perjanjian, tepatnya tahun 1546, Khairuddin mengembuskan nafas terakhirnya.

Penulis: Laila Zahratu Sholihah, Mahasiswa IIQ An Nur Yogyakarta