Asal-usul dan Sejarah Hidup Sunan Geseng

Asal-usul dan Sejarah Hidup Sunan Geseng

Asal-usul dan Sejarah Hidup Sunan Geseng

Sunan Geseng, adalah panggilan seorang murid kinasih Sunan Kalijaga. Nama aslinya adalah Cakrajaya. Karena bertapa sesuai perintah Kanjeng Sunan Kalijaga, Cakrajaya akhirnya gosong, karena hutan pertapaannya terbakar. Tapi aneh, walaupun tubuhnya gosong, ia tetap sehat wal afiat, diselamatkan oleh Allah SWT. Karena gosongnya itulah, Cakrajaya disebut dengan Sunan Geseng.

Mengenai asal-usul dan sejarah sosok Sunan Geseng, ada dua versi yang menjelaskannya. Versi pertama Sunan Geseng adalah ahlul bait, keturunan Rasulullah SAW, sedangkan versi kedua Sunan Geseng adalah keturunan Raja Brawijaya, Majapahit.

Ini silsilah versi pertama.

  1. Sunan Geseng.
  2. Sayyid Husain
  3. Sayyid al-Wahdi
  4. Sayyid Hasan
  5. Sayyid Askar
  6. Sayyid Muhammad
  7. Sayyid Husein
  8. Sayyid Askib
  9. Sayyid Mohammad Wahid
  10. Sayyid Hasan
  11. Sayyid Asir
  12. Sayyid ‘Ali
  13. Sayyid Ahmad
  14. Sayyid Mosrir
  15. Sayyid Jazar
  16. Sayyid Musa
  17. Sayyid Hajr
  18. Sayyid Ja’far ash-Shadiq
  19. Sayyid Muhammad al-Baqir
  20. Sayyid Ali Zainal Abidin
  21. Sayyidina Husain
  22. Sayyidatina Fatimah dan Sayyidina Ali bin Abi Thalib
  23. Sayyidina wa Maulana Muhammad SAW.
Sedangkan versi kedua menjelaskan, Sunan Geseng adalah keturunan Raja Brawijaya. Berdasarkan silsilah Jawa,  Raja Brawijaya menikah dengan Dewi Rengganis, yang melahirkan Raden Rara Rengganis II. Kemudian Ki Ageng Pakotesan menikah dengan Raden Rara Rengganis II melahirkan Pangeran Semono atau sering disebut Pangeran Muryo. Dari hasil pernikahan Pangeran Semono inilah lahir Raden Mas Cokrojoyo.

Setelah resmi mendapatkan gelar Sunan Geseng dari sang guru Sunan Kalijaga, Cakrakaya kemudian menjadi wali penyebar agama Islam di berbagai penjuru kampung. Namanya kemudian sangat terkenal, apalagi ia adalah murid kinasih Kanjeng Sunan Kalijaga yang sudah sangat melekat bagi warga Jawa.

Yang menarik, Sunan Geseng mempunyai makam yang banyak. Yang populer ada 4 makam yang sering dikunjungi para peziarah.  4 makam itu adalah, pertama, Bantul, Jogjakarta; kedua, Magelang, Jawa Tengah; ketiga, Tuban Jawa Timur; keempat, Kediri Jawa Timur. Dari keempat makam Sunan Geseng tersebut, kisah legenda tentang sosok yang dikuburkan di dalamnya adalah tokoh dengan nama yang sama, yaitu Cakrajaya.

4 makam Sunan Gosong selalu ramai oleh peziarah. Masing-masing memiliki tradisi sendiri untuk perayaanya. Di Jogjakarta, setiap tahun ada perayaan dari warga setempat untuk menghormati Sunan Geseng, yakni di  Jolosutro, Srimulyo, Piyungan, Bantul, DI Yogyakarta. Di Magelang, di Desa Tirto, Kecamatan Grabag di Kaki gunung Andong, pada bulan Ramadhan, pada hari ke-20 malam masyarakat banyak yang berkumpul di sekitar makam untuk bermunajat.

Di Kediri, Jawa Timur, lokasi makam Sunan Geseng berdekatan dengan situs Dewi Kilisuci. Pada bulan Muharom (suro), melakukan barokahan amaliyah Dzikrurrohmah dan membaca Sholawat Nabi 1000 kali, secara berjama’ah selama 40 malam yang dilakukan di Aula Sunan Geseng, Kediri. Setelah mencapai hari ke-40, diadakan khataman Qur’an dengan bersedekah 40 tumpeng komplit yang pada acara itu untuk memuliakan para tamu, santri, dan kalangan pejabat, ulama, kyai dan masyarakat luas dengan makan bersama, yang juga dihibur dengan musik jemblung dengan lantunan puji-pujian sholawat Nabi, serta diadakan pengajian, untuk menambah khasanah tentang agama Islam.

Kadang masih ada yang bertanya, dimanakah sebenarnya makam Sunan Geseng yang asli? apakah hanya sebuah legenda atau fabel cerita turun temurun?

Selain ke-4 makam di atas, juga ada klaim dari Pati, Temanggung dan Kulonprogo jika jasad Sunan Geseng juga dimakamkan di wilayah tersebut. Yang pasti, inilah satu-satunya Sunan yang punya empat makam bahkan mungkin lebih dengan kisah dan tokoh yang sama. Nama Sunan Geseng juga diabadikan dalam bentuk Pondok Pesantren dan madrasah, ini menunjukkan betapa besarnya pengaruh nama beliau dalam penyebaran agama Islam di tanah Jawa.

Demikian Asal-usul dan Sejarah Hidup Sunan Geseng. Semoga bermanfaat.

(Mukhlisin/dari berbagai sumber)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *