Anak Muda Harus Lebih Sensitif Terhadap Pristiwa Yang Kita Alami,
Bantul, Bangkitmedia.com-Dinas Kebudayaan telah mengadakan Warkshop Penulisan Puisi, Cerpen dan Naskah Lakon. Anas Prabu Sadjarwo, Pada kesempatan hari ini, ia sebagai Narasumber Warkshop Penulisan Puisi.
Acara tersebu telah dilaksanakan Taman Pakir Salman Kamis, 16 Juni 2022, di Jamegatan, Ngestiharjo, Bantul, Daerah Istimewah Yogyakarta.
Menurut Anes Prabu Sadjarwo puisi itu ada dua jenis, yang pertama puisi sebagai teks terlulis atau di dalam buku dan yang ke dua teks yang tersebar di Alam Raya. Bagi Anes Prabu Sadjarwo, puisi teks di alam raya itu adalah puisi semuanya, tergantung bagaimana kita menjadi seorang pengamat yang cerdas dan kreatif.
Misalnya anda ketemu botol aqua itupun puisi tetapi puisinya itu tidak di botol aqua, tetapi puisinya adalah exsploitasi pegunungan, air-air dingin yang di ambil, pabrik- pabrik yang membuang limbah di pegunungan.
Puisi dari botol aqua mineral itu apa? kata anes botol aqua mineral itu sampah. Coba anda membayangkan seluruh orang indonesia dalam satu hari, minum satu botol air mineral lalu bagaimana dengan sampahnya dan bagaimana dengan ikan-ikan yang makan mikroplastik petahan dari sampah plastik.
“Dalam hasil geografik, ikan kita itu sudah terancam memakan mikroplastik yang ada di laut yaitu ikan itu sudah tidak lagi murni sebagai daging ikan tetapi mengandung kadungan plastik”. Kata anes
Lalu betapa berbahayanya kalau dimakan ikan, kalau ikan itu kita komsumsi. Maka si ikan itu yang makan plastik itu. Itulah yang di namakan puisi yang di dalam hidup dari sebuah botol mineral. Itulah sebenarnya kalau anak muda lebih sensitif memahami kehidupan. Dalam penulisan puisi itu, yang susah teknis dalam penulisanya.
Maka ketika kita belajar menulis puisi dan dipindah ke teks itu membutuhkan teknik dan membutukan metode. “Harapan Anes Prabu Sadjarwo bagi anak muda adalah anak mudah lebih sensitif terhadap pristiwa yang kita alami.” Pungkasnya anes.***
Reporter : Yusuf








