habin zain bin smith

3 Wasiat Ramadan dari Al-Habib Zain bin Smith

Posted on

Aku wasiatkan kepada kalian semua untuk setidaknya menjaga 3 hal:

Pertama, menjaga puasa kalian seperti kalian menjaga harta yang paling berharga kalian. Maksud daripada menjaga puasa adalah menjaganya dari apa-apa yang membatalkannya dan membatalkan pahalanya, dan apa-apa yang membatalkan puasa sudah jelas kita semua mengetahuinya yaitu makan minum dan lain sebagainya.

Sesuatu yang membatalkan pahalanya seperti berbohong menggunjing orang lain dan semua yang dibenci oleh allah, maka itu tidak membatalkan puasa tapi itu membatalkan pahalanya.  Maka rasa capek berpuasa menjadi sia-sia seperti yang di sebutkan dalam hadist “berapa banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan darinya kecuali rasa lapar dan haus dan berapa banyak yang bangun malam tidak mendapatkan apa-apa kecuali capek dan begadang.”

Maka sudah seharusnya orang yang berpuasa tidak memusuhi orang lain atau berdebat atau mengucapkan kata-kata kotor akan tetapi menyibukkan waktu-waktunya untuk mendekatkan diri kepada Allah. Ini karena amalan-amalan di bulan ramadhan dilipatgandakan, dan wajib atas seseorang juga untuk menghilangkan penghalang-penghalang yang menghalangi datangnya rahmat seperti durhaka kepada orang tua dan dendam kepada orang lain dan memutus silaturrahmi.

Baca Juga >  Kolom KH Henry Sutopo: Bahagianya Dapat Sepeda Phoenix dari Mbah Ali Maksum

Maka siapa yang ada padanya sifat-sifat ini akan berlalu malam-malam ramadan dan malam lailatul qodar, sedangkan dia termasuk yang diharamkan dari kebaikan-kebaikan dan barokah, pemberian yang di turunkan di bulan ramadan.

Kedua, selalu berusaha menjaga qiyam di bulan ramadan. Dalam hal ini arti qiyam itu sendiri kita diwasiatkan untuk selalu menjaga sholat tarawih kita dari malam pertama sampai malam terakhir di bulan ramadan. Ini jangan sampai ada yang bolong, beserta menjaga untuk selalu sholat berjamaah khususnya sholat isya’ dan shubuh, karena barang siapa menjaga hal itu maka dia telah mendapatkan nasibnya dari malam lailatul qodar.

Ketiga, menyambut dengan bergembira akan pemberian dan fadhilah-fadhilah dari Allah SWT. Dikarenakan arak-arakan (berisi berbagai anugerah) Allah akan digelar pada bulan Ramadan setiap malam dimulai dari terbenamnya matahari sampai terbitnya fajar, sedangkan pada selain bulan Ramadhan digelar mulai waktu sahar (sebelum terbit fajar) saja.