makna puasa ramadan

Sebenarnya Apa Makna Dari Bulan Ramadan Itu?

Posted on

Ramadan adalah bulan dimana hari-harinya penuh dengan rahmat dan keberkahan yang tiada batasnya. Bagi seorang muslim mengerti akan hakikat makna bulan suci Ramadan adalah sebuah keharusan. Karena tatkala dia memahami dengan benar makna bulan suci Ramadan, Insya Allah dia akan bisa meraih banyak kebaikan di dalamnya. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda: “Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga”.

Adapun Makna Bulan Suci Ramadan antara lain sebagai berikut:

Pertama: Pada bulan Ramadanlah puasa diwajibkan atas Kaum Muslim sebagai salah satu wasilah untuk meraih ketaqwaan (QS. 2: 183).

Kedua: Ramadan adalah bulan Al-Qur’an karena pada bulan inilah Allah SWT menurunkan Al-Qur’an bagi umat manusia; sebagai petunjuk dan penjelas bagi manusia, yang membedakan yang haq dengan yang bathil serta menjelaskan jalan petunjuk-Nya (QS. 2: 185).

Ketiga: Pada bulan Ramadan terdapat suatu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Itulah malam Lailatul Qadar (QS. 97: 1).

Keempat: Pada bulan Ramadan, pintu-pintu syurga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu; sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, “Jika datang bulan Ramadan pintu-pintu syurga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Kelima: Allah memberikan keistimewaan kepada umat yang berpuasa Ramadan dengan menyediakan satu pintu khusus di syurga yang dinamai ar-Rayyan. Sabda Nabi SAW, “Pintu ar-Rayyan hanya diperuntukan bagi orang-orang berpuasa, bukan untuk selain mereka. Bila pintu tersebut sudah dimasuki oleh seluruh rombongan ahli puasa Ramadan, maka taka ada lagi yang boleh masuk ke dalamnya.” (HR. al-Bukhari, Muslim dan Ahmad).

Keenam: Puasa Ramadan adalah perisai penghalang dari godaan hawa nafsu dan benteng yang kokoh dari siksa api neraka. Rasul SAW bersabda, “Puasa (Ramadan) merupakan perisai dan benteng yang kokoh dari siksa api neraka.” (HR. Ahmad dan al-Baihaqi).

Ketujuh: Bau mulut orang yang berpuasa Ramadan, di sisi Allah pada Hari Kiamat nanti, lebih wangi dari bau minyak kesturi (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Kedelapan: Allah SWT memberikan dua kebahagiaan bagi ahli puasa, yaitu bahagia saat berbuka dan pada saat bertemu dengan Allah kelak pada Hari Akhir, sebagaimana kata Nabi SAW, “Orang yang berpuasa mempunyai dua kebahagiaan; kala berbuka dan kala bertemu Allah.” (HR. Muslim).

Baca Juga >  Bolehkan Ihram dari Pesawat?

Kesembilan: Allah SWT menjauhkan wajah orang yang berpuasa Ramadan dari siksa api neraka, sebagaimana sabda Nabi SAW, “Barangsiapa berpuasa satu hari di jalan Allah, dijauhkan wajahnya dari api neraka sebanyak (jarak) tujuh puluh musim.” (HR. al-Bukhari, Muslim, Ahmad dan Nasa’i).

Kesepuluh: Puasa Ramadan adalah salah satu rukun Islam (Hadits Nabi SAW melalui penuturan Abdullah bin ‘Umar dalam riwayat al-Bukhari dan Muslim).

Kesebelas: Allah SWT memberikan balasan langsung kepada orang-orang yang berpuasa, sebagaimana sabda Nabi SAW, “Setiap amalan anak Adam, kebaikannya dilipatgandakan menjadi sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Kecuali puasa. Sesungguhnya, amalan puasa itu adalah (khusus) bagi-Ku dan Aku yang akan memberikan pahalanya karena (orang yang berpuasa) meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Kedua belas: Puasa Ramadan bisa menjadi kaffarah (penghapus) dosa-dosa hamba. Nabi SAW, bersabda, “Fitnah seseorang terhadap keluarga, harta, jiwa, anak dan tetangganya dapat ditebus dengan puasa, shalat, sedekah, serta amar ma’ruf dan nahi munkar.” (HR. al-Bukhari dan Muslim). Rasulullah SAW juga bersabda, “Shalat lima waktu, dari Jum’at ke Jum’at, dan (dari) Ramadan ke Ramadan, adalah penggugur dosa (seseorang pada masa) di antara waktu tersebut sepanjang ia menjauhi dosa besar.”(HR. Muslim). Rasulullah SAW pun bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena keimanan dan hanya mengharap pahala, dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.”(HR. al-Bukhari)

Ketiga belas: Puasa Ramadan akan memasukkan pelakunya ke dalam syurga. Abu Umamah ra pernah berkata kepada Nabi SAW, “Wahai Rasulullah, perintahlah saya untuk mengerjakan suatu amalan, yang dengannya, saya dimasukkan ke dalam syurga.” Beliau bersabda, ‘Berpuasalah, karena (puasa) itu taka da bandingannya.” (HR. Ibnu Abi Syaibah, Ahmad, An-Nasa’I dan Ibnu Hibban).

Keempat belas: Puasa Ramadan akan memberikan kepada pelakunya syafa’at pada Hari Kiamat. Rasulullah SAW bersabda,” Puasa dan AL-Qur’an akan memberikan syafa’at untuk seorang hamba pada Hari Kiamat.” (HR. Ahmad dan al-Hakim).

Dengan semua keutamaan yang dijelaskan di atas, tak selayaknya seorang Muslim menyia-nyiakan bulan Ramadan yang datang menghampiri. Mari kita mereguk keutamaan Ramadan sebanyak-banyaknya. (aris/james)