Bangkitmedia.com, Bantul – Momentum walimatussafar haji menjadi ruang penguatan spiritual sekaligus pembekalan makna ibadah sebelum berangkat ke Tanah Suci. Dalam acara walimatussafar haji keluarga Mahmudin dan Ufi Rahmawati di Joglo Mahmudin, Wanujoyo Lor, Srimartani, Piyungan, Bantul, Sabtu (11/04/2026), KH Rumaiyizat menegaskan pentingnya memahami titik-titik mustajab di Makkah agar ibadah haji lebih optimal dan bermakna.
Kegiatan yang dihadiri masyarakat setempat tersebut diawali dengan lantunan ayat suci Alquran, dilanjutkan tahlil serta pamitan haji yang diwakili KH Anwar Zuhri, selaku Ketua MWC NU Piyungan. Hadir pula Bupati Bantul Abdul Halim Muslih yang memberikan sambutan.
Dalam sambutannya, Abdul Halim Muslih menyampaikan bahwa ibadah haji merupakan panggilan istimewa dari Allah SWT kepada hambaNya yang terpilih. “Haji itu panggilan Allah kepada hamba-Nya untuk menyempurnakan rukun Islam yang kelima,” ujarnya.
Sementara itu, KH Rumaiyizat, pengasuh PP An Nur Ngrukem Sewon Bantul, yang akrab disapa Gus Rum menekankan, bahwa kesempatan berhaji merupakan nikmat besar yang harus disyukuri. Ia mengingatkan, bahwa ibadah haji tidak hanya membutuhkan biaya, tetapi juga kesiapan fisik, mental, serta proses antrean panjang, bahkan ada jamaah yang telah mendaftar sejak 2012.
“Karena itu, ibadah haji harus dimaksimalkan dengan bekal ilmu manasik yang telah diperoleh, baik dari KBIHU maupun Kementerian Agama,” jelasnya.
Gus Rum juga menyampaikan, bahwa masyarakat yang belum berkesempatan berhaji tetap memiliki peluang meraih pahala setara haji dan umrah. Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW tentang keutamaan menghadiri majelis ilmu serta berzikir setelah salat Subuh hingga terbit matahari, kemudian dilanjutkan salat dua rakaat.
Dalam tausiyahnya, Gus Rum memaparkan sejumlah tempat mustajab di Makkah yang dianjurkan untuk memperbanyak doa. Di antaranya adalah Multazam, yaitu area antara Hajar Aswad dan pintu Kabah, yang menjadi lokasi istimewa untuk bermunajat dengan cara menempelkan tangan, dada, dan pipi.
Selain itu, bagian dalam Kabah juga termasuk tempat mustajab, meskipun tidak semua jamaah memiliki kesempatan untuk memasukinya. Hijr Ismail, yang terletak di sisi utara Kabah dan berbentuk setengah lingkaran, juga disebut sebagai bagian dari Kabah yang memiliki keutamaan khusus untuk berdoa.
Rukun Yamani, yang berada di sisi barat daya Ka’bah, menjadi titik berikutnya yang dianjurkan untuk disentuh saat tawaf. Begitu pula area di belakang Maqam Nabi Ibrahim, yang merujuk pada batu bekas pijakan Nabi Ibrahim AS, disebut dalam sejumlah literatur sebagai tempat mustajab untuk berdoa.
Tempat lainnya adalah Mina, kawasan tempat jamaah bermalam saat haji, serta Padang Arafah yang dikenal sebagai lokasi paling utama untuk berdoa, sebagaimana sabda Rasulullah SAW bahwa sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah.
Gus Rum juga menyebutkan titik-titik lain seperti area di bawah Mizab (pancuran air di atas Kabah), Bukit Safa dan Marwah, serta beberapa lokasi di sekitar tempat tawaf dan area jumrah ula, wusta, dan aqabah, yang memiliki keutamaan tersendiri dalam berdoa.
Melalui tausiyah tersebut, ia berharap para calon jamaah haji dapat memanfaatkan setiap momen di Tanah Suci dengan maksimal, tidak hanya secara ritual, tetapi juga secara spiritual.
“Semoga kita semua diberi kesempatan untuk menunaikan ibadah haji bersama keluarga dan meraih keberkahan yang sempurna,” tandasnya. (Arif Faozi)








