waktu

Waktu Penuh Rahasia, Jangan Engkau Mencaci Maki

Posted on

Kadang-kadang sebagian kita ada yang bilang, ah sial banget hari ini, bulan ini saya sial banget, ini tahun merugi saya. Bolehkah kita mengucapkan seperti itu? Mau tahu kan? Yuk dibaca hadist di bawah ini sahabat!

Dari Abu Hurairah Rodhiyallahu ‘Anhu,dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : Bahwa Allah Subhanahu Wata’ala Berfirman :

عن أبي هريرة عن النبي صلى الله عليه و سلم قال : قال الله تعالى : يؤذني ابن آدم,يسب الدهر,و أنا الدهر,أقلب الليل و النهار.أخرجه البخاري و مسلم.فتح الباري,كتاب التفسير,باب تفسير سورة الجاثية,رقم .291 : شرح صحيح مسلم,كتاب الآداب,باب النهي عن سب الدهر,رقم 1762 :

Artinya: Dari Abu Hurairah, dari Nabi Muhammad SAW bersabda: Allah SWT bersabda, “Anak Adam menyakitiku, dia mencaci maki waktu, padahal akulah yang yang mengatur waktu itu, aku yang membolak-balikkan malam dan siang. (H.R.Bukhari-Muslim).
Hadits ini ada dalam kitab:

  1. Fathul Baari, Kitab Tafsir, Baab Tafsiru Suurotil Jaatsiyah, Hadist No.291.
  2. Syarah Shahih Muslim, Kitaabul Adab, Bab Annahyu ‘An Sabbid Dahri, Hadist No.1762.

Di dalam Riwayat lain Imam Muslim meriwayatkan :

و في رواية : لا تسب الدهر,فإن الله هو الدهر.أخرجه مسلم

“Janganlah kamu mencaci maki waktu, karena Allah lah waktu itu.” (Dikeluarkan Imam Muslim).

Penjelasan:

Imam Nawawi Rohimahullah di dalam Syarah Shahih Muslim mengatakan bahwa yang dimaksud Allah adalah waktu, bahwa Allah lah yang mengatur waktu itu. Dia juga yang mengatur dan membolak balikkan malam dan siang, dari keduanya itu tercipta panjang dan pendeknya, atau sama. Dan kejadian itu silih berganti di dalamnya, baik per jam, per hari, per pekan, per bulan bahkan per tahun. Semua itu tak pernah bertabrakan satu dengan yang lainnya. Maka dari itu kita dilarang mencaci makinya.

Baca Juga >  Habib Umar Yaman Kisahkan Wafatnya Guru Sekumpul Martapura

Sahabat-sahabatku…

Terkadang sebagian kita, jika dia tidak mendapatkan yang dia mau pada hari itu, maka dia berkata: ah sial sekali hari ini, ah bulan ini bulan kerugian saya dan seterusnya. Nah, hal semacam ini sangatlah dilarang oleh Allah ‘Azza Wa Jalla. Kenapa? Karena Allah lah yang menciptakan itu semua. Allah lah yang membolak-balikkan malam dan siangnya, yang mengatur kejadian setiap waktunya. Dan jika kita mencacinya, sama saja kita mencaci Allah dan sama saja kita tidak Ridho dengan ketentuan Allah Subhanahu Wata’ala.

Wallau Ta’ala A’lam. Semoga Bermanfaat

(Penulis: Muhammad Alfatih Sukardi, alumnus Pesantren Al-Anwar Sarang Rembang)