Syekh Abu Hasan Asy-Syadzili Ungkap Rahasia Aroma Harum Para Wali Allah

Syekh Abu Hasan Asy-Syadzili Ungkap Rahasia Aroma Harum Para Wali Allah

Posted on

Syekh Abu Hasan Asy-Syadzili Ungkap Rahasia Aroma Harum Para Wali Allah.

Pendiri Tarekat Syadziliyyah, Syekh Abu Hasan Ali Asy-Syadzili pernah memberi nasehat: “Ingatlah, semoga Allah menguatkanmu dengan cahaya bashirah dan kejernihan kalbu, sungguh Rasulullah Saw. pernah ditanya, “Siapakah para wali itu?”‘ Lalu Beliau menjawab, “Mereka adalah orang-orang yang jika dilihat mengingatkan kita pada Allah.”

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Maka, fahamilah sabda Rasulullah Saw. ini dengan bijak. “Jika dilihat mengingatkan kita pada Allah.” Karena itu, bersikaplah bijak dalam melihat orang, jangan melihat dari sisi fisik saja. Lihatlah sisi batinnya. Jangan melihat dengan mata kepala saja seperti yang biasa dilihat orang awam.

Carilah petunjuk dengan cahaya Allah yang tersimpan dalam kalbumu. Dengan cahaya itu pula para wali melihat, mempertimbangkan, menilai, berdiri dan merasakan.

Dengan cahaya seperti itu pula para wali dapatkan dari cahaya Rasulullah Saw. Mereka pun mengakui harumnya aroma Rasulullah Saw., lebih harum dari segala yang harum. Maka masuklah dengan makrifat Rasulullah Saw.

Syekh Abu Hasan Ali Asy-Syadzili  juga mengatakan, “Tidaklah Rasulullah makan melainkan untuk kita, tidaklah Beliau minum melainkan untuk kita, tidaklah Beliau menikah melainkan untuk kita, dan tidaklah Beliau berbuat baik melainkan untuk kita.”

Maka, sejatinya Beliau adalah awal dari segala kebaikan dan sumber keindahan dari segala sumber nan indah. Beliau adalah sumber segala sumber. Karena itu, carilah Cahaya Muhammad, ciduklah dari lautannya, minumlah makrifatnya, bersoleklah dengan ketaatannya, dan jadikanlah segala sesuatu (urusan duniawi) sampai di kedua tanganmu.” (amru)

*Ditulis berdasarkan tulisan Syekh Abdul Halim Mahmud dalam kitab Al-Madrasah Asy-Syadziliyah wa Imamuha Syaikh Abu Hasan Asy-Syadzili. 

_________________

Semoga artikel Syekh Abu Hasan Asy-Syadzili Ungkap Rahasia Aroma Harum Para Wali Allah ini memberikan manfaat dan barokah untuk kita semua, amiinn..

BONUS ARTIKEL TAMBAHAN

Karomah Habib Ali Kwitang, Terlalu Dahsyat untuk Dilogikakan.

Suatu ketika tatkala al-Habib Ali bin Abdurrahman al-Habsyi (Kwitang) sedang mengajar di rumahnya di hadapan muridnya yang cukup banyak, beliau mendengar suara ibunda tercinta, Nyai Salmah: “Li… Ali… Li…”, begitu panggil sang ibu.

Baca Juga >  Kisah Kiai Shiddiq Jember Didatangi Rasulullah Saat Khusyuk Mengaji

Lalu Habib Ali, waktu itu telah berumur lebih dari 60 tahun, langsung saja permisi kepada semua muridnya: “Saya minta ridhanya untuk menemui ibu saya terlebih dahulu.”

Habib Ali pun menemui ibunya. Ternyata sang ibu minta diantarkan ke kamar mandi. Bergegaslah Habib Ali menggendong sang bunda pergi ke kamar mandi. Bukan itu saja, Habib Ali lah yang langsung membersihkan dan menyuci pakaian sang ibu. Meski ada istri tapi Habib Ali tidak mengizinkannya, karena demi bakti beliau terhadap sang ibu. Padahal waktu itu Habib Ali telah dikenal sebagai ulama yang terpandang di tanah Betawi, tetapi beliau bila dipanggil sang ibu tanpa pikir panjang langsung memenuhi panggilan itu.

Ada suatu peristiwa dimana Habib Muhammad, putra Habib Ali, masih kecil sementara Habib Ali sedang dalam rihlah dakwahnya di Negeri Singapura. Dan sang ibu, Nyai Salmah, bertanya pada menantunya yaitu istri Habib Ali: “Mana Ali, putraku?”

Dijawab oleh istri Habib Ali: “Sedang dakwah di Singapura, Umi.”

Dengan spontan sang ibu memerintahkan pada menantunya itu: “Cepat kirim telegram, bilang padanya ibu memanggilnya untuk pulang!”

Langsung dikirimlah telegram itu kepada Habib Ali yang sedang berdakwah di Singapura. Sesampainya telegram itu pada Habib Ali, langsung beliau baca. Setelah dibaca, tanpa basa-basi Habib Ali pun permisi pamit untuk pulang karena sang ibu yang memanggilnya.

Begitulah tanda bakti seorang ulama besar, orang terpandang, panutan umat, al-Habib Ali bin Abdurrahman al-Habsyi terhadap sang bunda tercinta.

Penulis: Sya’roni As-Samfuriy.

*Sumber kisah: Ustadz Antoe Djibrel, Khadim Majelis Ta’lim Kwitang dari Almarhum al-Habib Muhammad bin Ali al-Habsyi).

_____________________

Semoga artikel Karomah Habib Ali Kwitang, Terlalu Dahsyat untuk Dilogikakan ini memberikan manfaat dan barokah untuk kita semua, amiin..

simak artikel terkait di sini

simak video terkait di sini