Najib Murobbi

Rahasia Kuatnya Hafalan Para Sahabat Rasulullah SAW

Malam ini pertemuan ke 3 Ma’had Aly Krapyak. Mabahits Ulumul Qur’an diasuh oleh Pak Fauzi. Guru Tahfidz Madrasah Ali Maksum. Pak Fauzi cerita, begini ceritanya:

Salah satu kebiasaan para Sahabat ialah mengamalkan langsung apa yang sudah di perintahkan Rasulullah SAW. Di kisahkan waktu itu, menjelang matahari terbit, setelah usainya sholat subuh. Rasulullah bertanya kepada para Sahabatnya.

“Siapa diantara dari kalian yang sudah bersedekah?”

Lantas dengan cepat Sahabat Abu Bakar langsung mengangkat tangannya. Padahal itu baru menjelang matahari terbit . Se-subuh itu Sahabat Abu Bakar sudah bersedekah.

Lalu di lain waktu Rasulullah SAW juga pernah bertanya.

“Seberapa besar kamu infaqan hartamu?”

Para sahabat banyak yang hanya berkata 1/4 hartaku Ya Rasulallah, 1/3 hartaku Ya Rasulallah.

Ketika pertanyaaan itu sampai kepada sosok Sahabat Abu Bakar, jawabannya sungguh menggetarkan.

“Aku memberikan semuanya, sekarang hanya Allah dan Rasulullah yang aku punya.”

Baca Juga >  Yuk, Tengok Geliat Pon. Pes. Al Mahabbah di Piyungan, Bantul

Para Sahabat Rasulullah SAW terkenal dengan kuatnya Hafalan. Terbukti banyaknya para Huffadz yang ada pada waktu itu. Padahal zaman itu belum ada mushaf Al-Qur’an, mereka semua melandaskan dengan Hati.

Hati mereka yang bersih dari sifat duniawi menjadikan mereka bersih hatinya sehingga kuat dan terjaga hafalan-hafalan mereka. Baik berupa Al-Qur’an dan Al Hadist.

Bayangkan saja setiap hari, tiada hari tanpa menatap Sang Kekasih Maha Kasih. Manusia yang Ma’shum. Habibullah. Adakah manusia yang tidak bersih hatinya jika melihat langsung Rasulullah?

“Hafalan yang kuat berasal dari hati yang bersih”

Krapyak, 26 September 2018

(Penulis: Najib Murobbi, Santri Krapyak)