Rahasia Ibunda Habib Umar Lahirkan Tiga Ulama Besar Yaman.
Hababah Zahra binti Hafidz Al-Haddar dikenal sebagai perempuan shalihah dan cinta kepada ilmu agama. Beberapa putranya menjadi anak yang shaleh dan memiliki keluasan ilmu. Bahkan, keberhasilannya dalam mencetak anak-anak yang ahli agama ini menjadikan banyak orang terkagum-kagum kepadanya.
Suatu ketika, terdapat salah satu santriwati bertanya kepada Hababah:
“Ya Hababah, bagaimana caranya engkau mendapatkan anak-anak yang shalih seperti beliau-beliau ini (Habib Umar, Habib Ali Al Masyhur, dan Habib Ahmad Al Attas bin Hafidz)?”
“Shalehkan dirimu dulu, baru kamu akan mendapatkan anak-anak yang shalih,” jawab Hababah.
Bagi Hababah, kegemarannya menuntut ilmu tidak menjadikan dirinya harus lepas dari melayani serta membantu urusan rumah tangga orang tuanya. Meski terus belajar ilmu agama, ia tetap membantu segala kebutuhan keluarga sesuai dengan yang ia bisa kerjakan.
Habib Umar Bin Hafidz ketika mengenang Ibundanya, beliau menceritakan bahwa ibundanya merupakan wanita mulia; beliau merupakan model wanita yang dibesarkan dalam tradisi Hadhramaut. Yaitu sosok wanita yang selalu memuliakan Allah dan Rasul-Nya SAW serta menjadikan Al-Qur’an dan Hadits sebagai pedoman hidupnya. Habib Umar juga menceritakan bahwa ibundanya merupakan sosok wanita yang memiliki kerendahan hati dan rasa malu yang luar biasa.
Hababah Zahra telah mengajarkan kepada kita bahwa untuk menjadikan anak yang sholih serta berilmu tinggi tidak cukup diupayakan secara dzahir. Secara dzahir, Hababah mendidik anak-anaknya dengan disiplin. la menanamkan fondasi ilmu dan keimanan kepada anak-anaknya sejak belia. Namun disisi lain, yang secara tidak langsung menyebabkan anak-anaknya menjadi ulama adalah kegemarannya menuntut ilmu. Bagaimanapun, orang tua akan diikuti oleh anaknya. Karena, orang tua, terutama ibu, merupakan kiblat anak-anak
Hababah Zahra meninggal hari Senin 21 Sya’ban 1436 H. Sebelum wafat, Hababah berpesan agar dimakamkan di kompleks Pemakaman Zanbal. Ketika liang lahat digali, penggali kubur mendapatkan sebuah nisan tua, kira-kira berusia 600 tahun, dengan tulisan “Fatimah binti Syekh Ibrahim bin Syekh Abdurrahman As-Saqqaf”. la merupakan wanita mulia, cucu dari wali besar. Dan, Hababah dimakamkan di situ.
Selain itu, salah seorang kerabat Hababah pernah bermimpi bahwa ia melihat Hababah sedang berada di sebelah wanita lain yang tidak ia kenal. Keluarganya pun meyakini bahwa satu-satunya perempuan yang bersama dengan Hababah adalah Fatimah Az-Zahra RA.
Semoga Allah mengampuni segala dosa-dosanya dan menaikkan derajatnya serta memberikan cahaya dan kedamaian di dalam kuburnya. Dan semoga kita bisa terus meneladani beliau terutama dalam mendidik dan membesarkan anak-anak kita menjadi anak-anak yang shaleh dan shalehah dan bertakwa kepada Allah dan Rasul-Nya. Aamiin ya Robbal ‘Alamiin.
Demikian artikel tentang Rahasia Ibunda Habib Umar Lahirkan Tiga Ulama Besar Yaman, semoga bermanfaat.
Sumber: Khazanahabaib








