Siapa KH. Muhammadun Pondowan Pati

Profil Kiai Muhammadun Pondowan Pati

Posted on

Profil Kiai Muhammadun Pondowan Pati.

Mbah Madun, (panggilan akrab KH. Muhammadun) figur Kiai yang sangat bersahaja dan dikenal Zuhud. Karena memang begitulah kenyataannya. Beliau diciptakan seakan-akan bukan untuk melayani kemewahan duniawi.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Apa yang santri makan itu pula yang beliau dan orang-orang rumah beliau makan. Beliau melayani kebutuhan anak istrinya dengan tangan beliau sendiri. Setiap malam, sebelum fajar datang, beliau menimba air dan memanaskannya untuk keperluan mandi Bu Nyai .

Melihat pemandangan tersebut, terkadang beberapa santri mencoba merebut kebiasaan harian beliau ini.

”Biar kami saja yang menimba, Yai.” Kata santri. Namun beliau menolak halus.

”Tidak, biarkan aku yang menimba. Kalian itu tahu tidak, siapakah Bu Nyai yang menjadi Istriku itu? Bukankah dia itu anaknya Kiaiku. Aku setiap malam menimba itu aku niati hidmah sama putrine Kiaiku.”

Secara dhahir, pekerjaan Mbah Madun itu tidak ada. Kerjaannya setiap hari hanya mengajar santri di pesantren dan berdakwah kepada masyarakat. Tetapi keyakinan soal rejeki yang ditanamkan beliau kepada para santri itu sangat khas Kiai.

Kata beliau: ”Angger Alfiyahe dikebuk, metu duwite … ”

Artinya, asal tetep mengajarkan Alfiyah /ilmu, rejeki datang sendiri.

Pernah terjadi jatah beras di dapur habis. Ibu nyai sudah was was. Kalau dibiarkan, esok hari penghuni rumah bisa tidak makan semua. Namun Mbah Madun tetep santai . Kegiatan harian beliau tetap beliau jalankan seperti biasa. Dan fajar harinya, saat pulang jama’ah Shalat Subuh, beliau mendapati ada satu karung beras tergeletak di depan pintu rumah. Beliau panggil santri :

”Kang, masukkan beras ini ke dapur, biar seneng hatinya Bu Nyai …”

”Dari mana beras ini, Yi?” Tanya seseorang.

”Tidak usah tanya. Ada di depan pintu rumahku ya berarti beras ini milikku.”

Jawab Mbah Madun seasalnya.

Penulis: Mas Amin, tinggal di Cirebon.

Baca Juga >  "Yang Mutlak" Tak Mungkin Digusur "Yang Relatif"

______________
Semoga artikel Profil Kiai Muhammadun Pondowan Pati ini dapat memberikan manfaat dan keberkahan untuk kita semua, amiin..

simak juga artikel terkait di sini

simak juga video terkait di sini