Delegasi Santri PP Ulul Albab
Delegasi Santri PP Ulul Albab

PP. Ulul Albab Balirejo: Kirim 3 Delegasi Lomba, Pulang Bawa 3 Piala

Posted on

Festival Barzanji dengan memperebutkan piala bergilir PBNU ini diadakan setiap dua tahun sekali, artinya tahun ini sudah memasuki tahun ke-20 dari awal pengadaan festival Barzanji.

Berita NU, BANGKITMEDIA.COM

YOGYA – Berita bahagia menghampiri dengan indah kepada Keluarga Besar Pondok Pesantren Ulul Albab Balirejo, Kota Yogyakarta. Pasalnya, dengan mengikuti Festival Barzanji Trophy PBNU X yang diselenggarakan oleh GMNU pada sabtu (15/12) bertempat di Masjid Agung Manunggal Bantul.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Ada 3 tim yang dikirimkan untuk tampil memperoleh juara 3 semua. Yaitu juara kategori alat putra, non alat putra dan putri. Hal ini sangat mengharukan dan membanggakan, mengingat ini adalah hal baru bagi santri yang kebanyakan didominasi oleh mahasiswa dan mahasiswi semester satu.

“Adanya juara dari festival ini, menambah semangat kami untuk semakin memfasilitasi santri kami dari bakat-bakat yang dimilikinya, karena terus terang kami baru tahu santri kami bakatnya luarbiasa semua. Padahal, di Pondok kami tidak menggunakan alat rebana saat kegiatan pembacaan sholawat nabi, namun bisa menjadi juara dalam acara bergengsi ini,” tutur KH. Ahmad Yubaidi selaku Pengasuh Pondok Pesantren Ulul Albab.

Festival Barzanji dengan memperebutkan piala bergilir PBNU ini diadakan setiap dua tahun sekali, artinya tahun ini sudah memasuki tahun ke-20 dari awal pengadaan festival Barzanji.

Baca Juga >  KH Asyhari Marzuqi dan Metode Sorof Krapyak

Sebagaimana yang disampaikan panitia sejak TM (technical meeting), alasan menggunakan kitabnya Syaikh Ja’far bin Husin bin Abdul Karim bin Muhammad Al–Barzanji dalam festival yang kesepuluh ini, tak lain adalah agar sholawat ini senantiasa masih dibaca oleh masyarakat.

Peserta yang mengikuti festival Barzanji inipun cukup banyak, yaitu sebanyak 21 tim dari grup umum yang berasal dari pondok pesantren, grup hadroh, madrasah, majelis taklim, dan lainnya.

(Ahmad Rifa’i, SE/Icin)