PKD dan Dirosah Ula Gerakan Pemuda Ansor Sleman: Kaderisasi dan Penguatan Mandiri Masa Depan

Bangkitmedia.com, SLEMAN — Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sleman sukses menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Dirosah Ula di Pondok Pesantren Wahid Hasyim, Cangkringan, Jumat-Ahad 16–18 Mei 2025. Kegiatan ini mengangkat tema: “Satu Barisan Membangun Kemandirian Ansor Masa Depan.”

Sebanyak 27 peserta yang merupakan anggota aktif dari berbagai unsur Pimpinan Cabang dan Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor se-Kabupaten Sleman mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat dan dedikasi.

Acara resmi dibuka oleh Rais Syuriah PCNU Sleman, KH. Syakir Ali, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kaderisasi sebagai ruh organisasi. “Kaderisasi adalah tulang punggung gerakan. Jika tidak ada kaderisasi, maka organisasi tinggal nama dan lambang,” tegas KH. Syakir di hadapan para peserta.

Sambutan hangat juga disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Wahid Hasyim, KH. Reza Jauharul Alam, yang menyatakan kesiapannya mendukung penuh gerakan Ansor, terutama dalam membina kader muda yang siap menjaga agama, tradisi, dan bangsa.

Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sleman, Sahabat M. Najib Yuliantoro, dalam arahannya menyampaikan bahwa kaderisasi ini bukan hanya penguatan kapasitas, tetapi juga bentuk nyata dari langkah organisasi menuju kemandirian gerakan. “Kita tidak bisa terus bergantung. Ansor ke depan harus mandiri, kuat secara ideologi, ekonomi, dan struktur organisasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Ketua Tim Instruktur Cabang, Walgianto, mengungkapkan rasa syukurnya atas lancarnya pelaksanaan kegiatan. “Meskipun jumlah peserta tidak banyak, namun semangat dan kualitas peserta luar biasa. Ini bukti keseriusan kader Ansor Sleman untuk terus belajar dan berkhidmah,” katanya.

Selama tiga hari, para peserta dibekali materi yang padat dan strategis, antara lain: Dasar-dasar Ke-Ansor-an, Ke-NU-an, Wawasan Kebangsaan, Fikih Kebangsaan dan Rencana Kerja Tindak Lanjut tentang Kemandirian Ansor.

Kegiatan ini tidak hanya memperkuat pemahaman ideologis dan keorganisasian, tetapi juga memperteguh komitmen kebangsaan dan kepemimpinan kader dalam menghadapi tantangan zaman.

Di akhir kegiatan, seluruh peserta secara resmi dibaiat menjadi kader Gerakan Pemuda Ansor. Pembaiatan menjadi momen haru sekaligus penuh makna, sebagai awal pengabdian mereka dalam barisan perjuangan Nahdlatul Ulama.

Dengan semangat “Satu Barisan Membangun Kemandirian Ansor Masa Depan”, para kader baru diharapkan dapat membawa energi perubahan positif di wilayahnya masing-masing. (Drajat)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *