Bangkitmedia.com, BANTUL – Alunan suara merdu pembacaan ayat-ayat suci Alquran oleh para hafizdah Muslimat NU menggema di Lokasi jamaah pengajian rutin Selapanan Ahad Kliwon, di Dlingo, Bantul 18/05/2025. Acara tersebut dihadiri sekitar 1.500 jamaah ibu-ibu Muslimat NU se-Bantul.
Hadir dalam kesempatan itu ibu Ketua PC Muslimat NU Bantul, drg. Hj Siti Roikhana Munawaroh, MPH dan jajaran pengurus lainnya. Dalam sambutanya salah satu ketua Hj. Emi Masruroh, MPd, menyampaikan pentingnya istiqomah dalam berorganisasi dan berperan sebagai kader Muslimat NU yang tangguh di masyarakat. Seperti ikut dalam kegiatan perberdayaan peran perempuan di lingkungan kita masing-masing.
“Adalah menjadi keprihatinan kita bersama bahwa di kabupaten Bantul, masih banyak kasus pernikahan di bawah umur, sehingga prosesnya merepotkan banyak pihak. Padahal, Pemda Bantul, telah mengkampanyekan pencegahan pernikahan dini terus-menerus” ungkapnya. Karena pernikahan dini akan melahirkan “lingkaran setan” kemiskinan dan kebodohan berlarut-larut.
“Untuk itu, perlu kesadaran bersama akan fenomena tersebut, dan butuh keterlibatan seluruh keluarga besar Muslimat NU untuk masa depan perlindungan perempuan dan anak di Bantul,”pungkas istri Bupati Bantul.
Kyai Abdurrahman dalam taushiyahnya menyampaikan tentang lima “Tombo Ati” yang dihubungkan dengan aktivitas keseharian ibu-ibu Muslimat dalam membina keluarga kecilnya dan sosial kemasyarakatan yang lebih luas. (Kontributor Nurhaeni, PAC Muslimat NU Piyungan)








