Perbedaan Pendapat yang Membuat Imam Syafi'i dan Imam Malik Tertawa Ria

Perbedaan Pendapat yang Membuat Imam Syafi’i dan Imam Malik Tertawa

Posted on

Perbedaan Pendapat yang Membuat Imam Syafi’i dan Imam Malik Tertawa Ria

Imam Malik (Guru Imam Syafi’i) dalam suatu majlis menyampaikan bahwa Sesungguhnya rezeki itu datang tanpa sebab, cukup dengan tawakal yang benar kepada Allah SWT, niscaya Allah akan memberikan rezeki. Lakukan yang menjadi bagianmu, selanjutnya biarkan Allah yang mengurus lainnya.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Sementara itu Imam Syafi’i (sang murid berpendapat lain), bahwa seandainya seekor burung tidak keluar dari sangkarnya, bagaimana mungkin ia akan mendapatkan rezeki. Guru dan murid ini pun bersikukuh pada pendapatnya masing-masing.

Hingga suatu saat Imam Syafi’i sedang bepergian keluar pondok, Imam Syafi’i melihat rombongan orang yang sedang memanen anggur, diapun membantu mereka. Setelah pekerjaan selesai. Imam Syafi’i memperoleh imbalan beberapa ikat anggur sebagai balas jasa. Imam Syafi’i girang, namun bukan karena mendapatkan anggur, melainkan pemberian itu telah menguatkan pendapatnya. Jika burung tak terbang dari sangkar, bagaimana ia akan mendapatkan rezeki. Seandainya dia tak membantu memanen, niscaya tidak akan mendapatkan anggur.

Bergegas Imam Syafi’i menjumpai Imam Malik Gurunya. Sambil memberikan oleh-oleh anggur itu kepada Gurunya seraya berkata: “Seandainya saya tidak keluar pondok dan melakukan sesuatu (membantu memanen), tentu saja anggur ini tidak akan pernah sampai ditangan saya.”

Baca Juga >  Kisah Rompi Ontokusumo Sunan Kalijaga Kalahkan Nyi Roro Kidul

Mendengar itu Imam Malik tersenyum, seraya mengambil anggur dan mencicipinya.

Imam Malik berucap: “Sehari ini aku memang tidak keluar pondok, hanya mengambil tugas sebagai guru, dan sedikit berpikir alangkah nikmatnya kalau dalam hari yang panas ini aku bisa menikmati anggur. Tiba-tiba engkau datang sambil membawakan beberapa ikat anggur untukku. Bukankah ini juga bagian rezeki yang datang tanpa sebab. Cukup dengan tawakkal yang benar kepada Allah SWT, niscaya Allah akan memberikan rezeki, lakukan yang menjadi bagianmu, selanjutnya biarkan Allah yang mengurus lainnya.”

Kemudian mereka tertawa. Dua imam mengambil dua hukum yang berbeda dari hadist yang sama. Begitulah cara ulama bila melihat perbedaan, bukan dengan menyalahkan orang lain dan hanya membenarkan pendapatnya sendiri.

Demikian Perbedaan Pendapat yang Membuat Imam Syafi’i dan Imam Malik Tertawa Ria

Penulis: Ahmad Hasan Mashuri