Bangkitmedia.com, YOGYAKARTA — Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin membuka peluang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan promosi bisnis secara kreatif dan efektif. Menjawab kebutuhan tersebut, Keluarga Besar GSM AHQ (Golden Shift Masterclass Asmaul Husna Quotient) menggelar Pelatihan AI untuk Promosi Bisnis di Ruang Malioboro, Kampus STP AMPTA Yogyakarta, Sabtu (10/10/2026).
Pelatihan yang berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB ini menghadirkan Heru Heryawan, AI & Business Expert, sebagai pemateri. Peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman tentang AI, tetapi juga berlatih memanfaatkan teknologi tersebut untuk mendukung strategi pemasaran dan pembuatan konten bisnis.
Materi yang diberikan meliputi cara berkomunikasi secara tepat dengan AI, mengenali DNA bisnis, menentukan target pasar, menyusun perencanaan konten, mendesain postingan, hingga membuat video promosi berbasis AI.
Heru Heryawan menekankan, pentingnya memahami kebutuhan bisnis sebelum memanfaatkan AI sebagai alat bantu promosi.
“AI dapat membantu pelaku usaha bekerja lebih efektif dan kreatif. Namun, penggunaannya perlu diawali dengan pemahaman yang jelas tentang karakter bisnis, target pasar, dan pesan yang ingin disampaikan. Dengan begitu, konten yang dihasilkan tidak sekadar menarik, tetapi juga relevan bagi calon pelanggan,” ujar Heru.
Kenalkan Program GSM-AHQ kepada Peserta
Selain pelatihan teknologi, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan program GSM-AHQ kepada peserta yang belum bergabung sebagai anggota GSM.
Dra Yedna Ist, MMPar, pengurus KB-GSM, mengenalkan program pengembangan diri yang mengintegrasikan Golden Shift Masterclass (GSM) dengan pendekatan Asmaul Husna Quotient (AHQ), yang dikonsep oleh Gus Salam YS.
Menurut Yedna, pengembangan kapasitas bisnis perlu berjalan beriringan dengan pertumbuhan kualitas diri dan kesadaran pribadi.
“Melalui GSM-AHQ, kami ingin mengenalkan bahwa proses belajar dan bertumbuh tidak hanya berorientasi pada kemampuan atau pencapaian di luar diri, tetapi juga pada pembentukan kesadaran, karakter, dan nilai-nilai yang menjadi landasan dalam menjalani kehidupan. Harapannya, pertumbuhan tersebut dapat membawa dampak positif bagi diri sendiri maupun lingkungan,” papar Yedna.
Pengenalan tersebut memberi perspektif, bahwa pengembangan bisnis tidak hanya berkaitan dengan keterampilan teknis dan strategi pemasaran, tetapi juga kualitas diri, kesadaran, serta nilai-nilai yang mendasari pengambilan keputusan.
Pada kegiatan tersebut, Gus Salam YS, konseptor dan inovator AHQ-MAP sekaligus penggagas program AHQ-GSM, turut hadir.
Melalui kegiatan ini, KB-GSM mendorong peserta untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan memanfaatkan kemajuan teknologi secara bijak. Perpaduan antara keterampilan digital, pemahaman bisnis, dan pengembangan kesadaran diri diharapkan menjadi bekal untuk menghadapi tantangan dunia usaha yang terus berkembang. (gusayu)









Good