do bersama pelajar nu pundong

PAC IPNU-IPPNU Pundong Menggelar Do’a Bersama Menjelang UN

Posted on

Ahad, 8 Maret 2010. Pengurus Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Pundong menggelar do’a bersama menjelang UN (Ujian Nasional) untuk para pelajar tingkat SD/MI, SMP/MTs, MA/SMA/SMK se-Kecamatan Pundong. Bertempat di gedung Madrasah Diniyah Ar-Rahmah di Dusun Nglembu, Panjangrejo, Pundong, Bantul, Yogyakarta.

Salah satu panitia, Arkan mengatakan, acara ini digelar dengan maksud para pelajar yang akan menghadapi ujian nasional bisa lebih siap secara psikologis. Panitia sengaja menghadikan motivator pendidikan Gus Afrian Harmita, untuk memompa semangat psikologi para siswa.

Rangkaian acara dipandu oleh Romi dan Ulya. Usai pembukaan dan pembacaan ayat suci al-Qur’an oleh saudara Musta’in, kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars IPNU-IPPNU.

Penyampaian sambutan oleh ketua panitia Yuli Dwi Cahyono mengungkapkan bahwa bentuk ikhtiar menjelang ujian nasional adalah rajin belajar. Upaya lainnya adalah do’a supaya bisa berserah atas hasil ujian dan terhindar dari kesombongan. Maka dari itu, IPNU-IPPNU Pundong memfasilitasi para pelajar di Pundong dengan menggelar do’a bersama.

Gus Afrian Harmita memulai acara motivasi dengan pertanyaan bagaimana seharusnya para siswa-siswi menyikapi ujian nasional yang sebentar lagi akan dihadapi.

“Poin utama adalah meminta restu dan ridlo orangtua, ketika orangtua telah mendo’akan dan memberi ridlo kepada anaknya, insyaAlloh ujian nasional yang dihadapi akan mendapat hasil yang baik,” ujar Gus Afrian.

Lanjut Gus Afrian mengharap para siswa jangan banyak mainan hape sampai lupa kewajiban belajar. Perlu diketahui terlampau sering mainan hape adalah kebiasaan negatif yang tentu membuat sedih orangtua. Padahal perilaku yang menimbulkan rasa sedih orangtua adalah sesuatu yang dilarang oleh agama.

Baca Juga >  Bersinergi dalam Bingkai NKRI

“Keberkahan seorang anak akan tertutup kalau membuat ibunya sedih. Untuk itu jelang menghadapi ujian nasional siswa-siswi mesti mengurangi bermain hape. Segera perbaiki diri dengan rajin belajar dan minta do’a pengestu supaya terbuka kembali ketika orangtua ridlo pada anak,” tegasnya.

“Bahwa kunci dari kesuksesan adalah usaha dan do’a. Ikhtiar selain belajar, yaitu dengan sering mengucapkan kalimat toyibah. Setiap selesai sholat, untuk siswa SMP/SMA/SMKharap membaca Ya Latif sebanyak 129 kali, sedangkan untuk siswa SD baca semampunya. Jangan lupa perbanyak salawat nabi, dan melakukan puasa sunat,” pungkas Gus Afrian.

Acara terakhir doa bersama yang dipimpin oleh Ketua MWC NU Pundong Kiai Mustafied Amna, M.Hi., saat bacaan al-Fatihah (kalimat ayatiyyakana’budu wa iyya kanasta’indibaca sebanyak 11 kali), dilanjutkan bacaan dzikir tasbih, tahmid, takbir, sholawat, dan doa’ penutup.

Seluruh rangkaian acara digelar sejak pukul 08.00wib dan berakhir jelang waktu sholat dhuhur ini berjalan khidmat dan lancar. Dari jumlah undangan 100 siswa untuk SD/MI, SMP/MTS, SMA/K, peserta yang hadir sejumlah 82 siswa. Dalam acara initurut hadir juga perwakilan bapak/ibu guru SD/MI, SMP/MTS, SMA/K wilayah kecamatan Pundong, Bapak Kapolsek Pundong, dan jajaran sesepuh NU dan Pengurus NU Pundong.

*Kontributor: Markaban Anwar, Pundong.