Orang yang Tertipu dalam Beribadah

ibadah dunia

Ibadah adalah sesuatu yang sangat penting bagi umat Islam. Banyak yang selalu berlomba meningkan ibadah, tapi seringkali lupa dengan tujuan ibadah itu sendiri. Di sini, Imam al-Ghazali dalam kitab Mukasyafatul Qulub memberikan tips-tips khusus agar umat Islam tidak tertipu dalam ibadah.

Banyak yang mengaku sudah melakukan ibadah, tapi malah tertipu dengan dirinya sendiri. Banyak yang lupa dan terlena dengan dirinya, karena mereka mencintai dunia dengan berlebihan.

Bacaan Lainnya

Barangsiapa yang mengakui tiga perkara tetapi tidak menyucikan diri dari tiga perkara yang lain maka dia adalah orang yang tertipu;

  • Orang yang mengaku kemanisan berdzikir kepada Allah, tetapi hati dia masih sangat mencintai dunia.
  • Orang yang mengaku cinta ikhlas di dalam beramal, tetapi di dalam hati dia masih ingin mendapatkan sanjungan dari manusia.
  • Orang yang mengaku cinta kepada Allah yang menciptakannya, tetapi tidak berani merendahkan dirinya sebagai hamba.

Baginda Rasulallah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:
“Akan datang waktunya umatku akan mencintai lima, lupa kepada yang lima:

  • Mereka cinta kepada dunia yang sementara tetapi mereka lupa kepada akhirat yang kekal.
  • Mereka cinta kepada harta benda tetapi mereka lupa kepada adanya hisab.
  • Mereka cinta kepada makhluk tetapi mereka lupa kepada al-Khaliq.
  • Mereka cinta kepada dosa tetapi mereka lupa untuk bertaubat.
  • Mereka cinta kepada mahligai-mahligai mewah dunia tetapi mereka lupa kepada kubur sebagai rumah akhirnya.

Dunia itu memang tidak bisa dipisahkan dalam hidup manusia. Hidup di dunia pasti terkait dengan persoalan dunia. Tapi umat Islam tidak boleh terjerat dirinya dalam urusan duniawi. Umat Islam harus bisa melampaui dunia dan menjadikan dunia sebagai kendaraan menuju akhirat. Tujuan akhir hidup adalah akhirat.

Tapi untuk sukses di akhirat, manusia harus melewati dunia. Makanya, dunia harus ditaklukkan. Siapa yang sukses menaklukkan dunia sebagaimana yang dijelaskan Kanjeng Nabi Muhammad, maka ia akan sukses menuju tujuan akhir hidup yakni akhirat.

Kesuksesan akhirat inilah yang selalu diingatkan para ulama.

Semoga bermanfaat
Allahumma sholli ala sayyidina muhammad
waala aali sayyidina muhammad

اَللهُمَّ صَلِّ وسَلم عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

(Muhammad Alfatih Sukardi, kontributor bangkitmedia.com dari Pekanbaru Riau)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *