NU Agamaku, Muhammadiyah Ormasku: Humor Madura Tidak Lucu

NU Agamaku, Muhammadiyah Ormasku: Humor Madura Tidak Lucu

Posted on

NU Agamaku, Muhammadiyah Ormasku: Humor Madura Tidak Lucu.

Sebagaimana jamak orang tahu, NU di Madura sangat kuat, mayoritas, dan cenderung fanatik. NU di sana bak agama itu sendiri, dalam hal ini Islam. Bagaimana dengan ormas lain? Jelas ada, banyak, termasuk Muhammadiyah, bahkan Persis (Persatuan Islam).

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Bertemulah dua pemuda super keren asli kelahiran pulau garam. Keduanya, meski teman masa kecil, tapi lama tak bersua, karena sama-sama merantau.

Yang satu kuliah di Malang, yang satunya lagi jualan sate di Jogja.

“Halo bro, lama ndak jumpa”, sapa Dulmajid kepada Durahim.

Setelah tanya kabar, ngobrol panjang lebar, dan seterusnya, tibalah ke tema pembicaraan agak serius.

Dulmajid: Apa saya bilang beberapa tahun lalu, saat kita masih belajar ngaji bareng di langgar. Bahwa masyarakat Madura itu “beragama NU”.

Durahim langsung menangkap maksud kawan baiknya tersebut.

Durahim: Iya betul. Akhirnya saya juga setuju dengan beberapa catatan.

Dulmajid: Apa itu?

Durahim: Orang Madura beragama NU, tapi ormasnya adalah Muhammadiyah. Seperti saya ini: “NU agamaku, Muhammadiyah ormasku”.

Dulmajid: Ya itu ndak masalah. Tapi tetap kita harus akui, derajatnya lebih tinggi agama daripada ormas.

Durahim: Tapi agama (Islam), sesungguhnya termanifestasi melalui keyakinan orang-orang yang pada umumnya afiliasi ke ormas kan?

Sempat terdiam sejenak.

Dulmajid: Maksudmu lebih penting ormas daripada agama?

Baca Juga >  Ketika Gus Dur Membuat Tertawa Pemimpin Kuba yang Dikenal Angker

Diam lagi.

Durahim: Ndak gitu. Coba lihat Cak Nanto (Sunanto), orang Madura yang sekarang jadi Ketua Pemuda Muhammadiyah. Itu yang saya maksud.

Dulmajid: Kalau itu beda cara memahaminya.

Durahim: Gimana?

Dulmajid: Panjang penjelasannya.

Durahim: Ya ndak apa-apa. (Durahim sengaja kejar jawaban itu)

Tidak mau dikira mengada-ada, dan diremehkan, inilah jurus pamungkas Dulmajid.

Dulmajid: Seorang bernama M.R. Bawa Muhaiyaddeen dalam bukunya, Islam and World Peace: Explanations of a Sufi (1990), menulis begini: “Agama apapun selain Islam pada hakikatnya adalah Islam meskipun secara formal tidak disebut dengan kata “Islam”, sejauh agama itu mengajarkan iman kepada Tuhan”. Kalau di Kristen, ada John Hick, yang mempopulerkan istilah “Kristen anonim” (anonymous Christian).

Durahim: Apa hubungannya dengan pembicaraan kita tadi di awal, tentang NU dan Muhammadiyah?

Dulmajid: Abbeh (loh), masih belum paham juga. Jadi siapa saja di luar NU, apapun nama ormasnya, secara substansial ia adalah orang NU, apalagi Cak Nanto, sebagai orang Madura.

Durahim: hehehe

Dulmajid: NU anonim, hehehe

Diskusi lebih lanjut: siapakah sebenarnya yang jual sate, dan siapa yang mahasiswa, dari dialog dua pemuda di atas? hahahaha.

Penulis: Ali Usman.