guru sekumpul dan gus dur

Nasehat Guru Sekumpul dan Gus Dur tentang Anak Sholeh dan Rizki yang Berkah

Posted on

KH Muhammad Zaini Abdul Ghani (akrab disapa Guru Sekumpul) dan KH Abdurrrahman Wahid (akrab disapa Gus Dur) adalah dua sosok ulama’ yang istimewa. Keduanya bukan saja masyhur di Nusantara, tapi juga masyhur di berbagai penjuru dunia Islam. Banyak hikmah hidup yang disampaikan keduanya, sangat bermanfaat untuk generasi hari ini memaknainya.

Walaupun keduanya tidak sering bertemu, tapi keduanya mempunyai hubungan batiniyah yang luar biasa. Keduanya sama-sama sangat perhatian dengan warga kecil, sehingga dicintai jutaan manusia. Kisah-kisah keduanya menjadi refleksi hidup yang sangat berarti.

Nasehat Guru Sekumpul tentang mendidik anak sangat bernilai. Berikut ini diantaranya.

Pertama, jangan buat anak sering menangis. Karena kalau anak itu sering menangis atau sedih, otaknya akan sempit (tidak mau pintar) buatlah dia (anak anak kita) selalu gembira.

Kedua, anak kecil itu seperti wali (tidak berbuat dosa). Lalu kenapa dia (anak anak kita) sering sakit? Sebab dia memikul (efek) dosa orang tuanya (ayah dan ibu) yang belum bertaubat kepada Allah SWT. Bisa karena dosa yang disengaja atau yang tidak kita sadari dan jangan sampai kita termasuk orang tua yang tega terhadap anak kita sendiri. Jika seperti itu, sebaiknya kita segera bertaubat kepada Allah SWT dan banyak banyak mengingat Allah SWT (Istighfar).

Ketiga, jangan sering dipuji dengan pujian yang berlebihan. Karena kalau sering di puji akan membuat anak kita akan menjadi sombong atau besar kepala.

Keempat, kalau ingin anaknya jadi orang alim (sholeh dan sholehah), maka usahakan untuk mencari pekerjaan yang halal (berkah), arahkan anak-anak ke sekolah agama, carikan guru yang jelas (faseh) karena anak anak kita tentunya akan mengikuti gurunya, jagalah makanannya yang benar-benar halal, carikan pergaulan dengan teman-teman yang baik, kenalkan dan cintakan serta bawa anak-anak kita ke orang-orang sholeh/alim.

Sementara Gus Dur mempunyai nasehat sangat bijak dalam memaknai hidup dan mencari rizki.

Baca Juga >  Kisah Akhlaq Seorang Wali Dari Saadah Ba'alawi

Pertama, lakukan sholat tahajjud, kerana kemuliaan seorang mukmin terletak pada solat tahajjudnya. Pastinya doa akan mudah termakbul dan menjadikan kita semakin hampir dengan Allah SWT.

Kedua, membaca Al-Qur’an sebelum terbit matahari. Alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, sebaiknya mata membaca Al-Qur’an terlebih dahulu dengan penuh pemahaman. Paling tidak jika sesibuk manapun kita, bacalah ayat 3 Qul (surat An-Nas, Al-‘Alaq, dan Al-Ikhlas) atau ayat kursi.

Ketiga, hadirkan diri ke masjid terutama di waktu subuh. Sebelum melangkah kemana pun langkahkan kaki ke masjid, karena masjid merupakan pusat keberkatan, bukan kerana panggilan muadzin tetapi panggilan Allah yang mencari orang beriman untuk memakmurkan masjid Allah SWT.

Keempat, jaga solat dhuha, karena kunci rezeki terletak pada solat dhuha. Yakinlah, kesan solat dhuha sangat dahsyat dalam mendatangkan rezeki.

Kelima, jaga sedekah setiap hari. Allah menyukai orang yang suka bersedekah, dan malaikat selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari. Percayalah, sedekah yang diberikan akan dibalas oleh Allah berlipat kali ganda.

Keenam, jaga wudhu terus menerus karena Allah SWT menyayangi hamba yang berwudhu. Kata Khalifah Ali bin Abu Thalib, “Orang yang selalu berwudhuk senantiasa ia akan merasa selalu dalam keadaan solat walaupun ia belum lagi solat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, Malaikat berdoa untuknya iaitu “ampuni dosanya dan sayangi dia ya Allah SWT ”.

Ketujuh, amalkan istighfar setiap saat. Dengan istighfar masalah yang terjadi kerana dosa kita akan dijauhkan oleh Allah.

Demikian kalimat hikmah dari Guru Sekumpul dan Gus Dur. Sangat bermanfaat buat kita semuanya. Semoga keberkahan selalu meliputi keseharian aktivitas kita. Amiiin.. (Abu Umar/Bangkitmedia.com).