Bangkitmedia.com, YOGYA – Pengurus Wilayah Muslimat Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta (PW Muslimat NU DIY) turut ambil bagian dalam Jogja Eco Style (JES) 2025, ajang fesyen berkelanjutan yang digelar di Loman Park Hotel Yogyakarta, pada 25–26 Oktober 2025.
Acara yang digagas oleh Asosiasi Eco-Printer Indonesia (AEPI) dan Loman Park Hotel dengan dukungan UNESCO ini menjadi ruang kolaborasi bagi desainer, seniman, dan pecinta lingkungan untuk menampilkan karya kreatif berbasis keberlanjutan dan budaya lokal.
Hadir mewakili jajaran PW Muslimat NU DIY antara lain Ketua PW Muslimat NU DIY, Fatma Amilia, S.Ag., M.Si., dan Ketua I, Habibah Musthafa, M.S.I.. Dalam kesempatan tersebut, Fatma Amilia menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya JES 2025 yang dinilai sejalan dengan visi Muslimat NU dalam memberdayakan perempuan melalui ekonomi hijau dan ramah lingkung.
“Karya ecoprint bukan sekadar ekspresi seni, tetapi juga wujud kepedulian terhadap lingkungan dan bentuk pemberdayaan ekonomi keluarga. Gerakan seperti ini sejalan dengan semangat Muslimat NU untuk menumbuhkan kemandirian perempuan berbasis nilai-nilai keberlanjutan,” ujar Fatma Amilia.
Ia menegaskan, Muslimat NU DIY berkomitmen mendukung tumbuhnya green economy di kalangan perempuan sebagai bagian dari dakwah bil hal—dakwah melalui tindakan nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat dan alam.

Salah satu pengurus Muslimat yang juga terlibat langsung dalam JES 2025, Ella Zulham, tampil sebagai desainer sekaligus pelaku ecoprint. Ia menuturkan bahwa keterlibatan perempuan dalam dunia fesyen ramah lingkungan membuka peluang ekonomi baru bagi banyak keluarga dan pelaku UMKM.
“Kegiatan ini bukan hanya pameran, tetapi juga ruang pemberdayaan perempuan. Melalui karya berbasis lingkungan, para pelaku ecoprint dapat berdaya secara ekonomi sekaligus menjaga kelestarian alam,” tutur Ella.
JES 2025 menghadirkan kolaborasi 28 desainer dari berbagai wilayah Indonesia, menampilkan karya yang menggabungkan unsur seni, inovasi, dan kepedulian terhadap lingkungan. Ketua Pelaksana JES 2025, Puthut Ardianto, menyebut kegiatan ini sebagai simbol kolaborasi lintas disiplin menuju perubahan gaya hidup yang lebih berkelanjutan.
“Perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama. Because I believe if we want to go far, we have to go together,” ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (23/10/2025).
Partisipasi PW Muslimat NU DIY dalam JES 2025 menunjukkan bahwa gerakan perempuan di lingkungan Nahdlatul Ulama tidak hanya berkiprah dalam bidang sosial dan keagamaan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendorong transformasi ekonomi kreatif yang ramah lingkungan. (Markaban Anwar)








