Dukung Program Kampung Zakat Kemenag, LAZISNU DIY Serahkan 10 Ekor Kambing di Gunungkidul

Penyerahan simbolis hewan ternak produktif oleh Lazisnu DIY kepada warga Kalurahan Wunung, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Zawa) Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur.

Bangkitmedia.com, YOGYA – Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Daerah Istimewa Yogyakarta berperan aktif dalam mendukung implementasi program strategis Kementerian Agama RI, Kampung Zakat. Bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui penyerahan 10 ekor kambing produktif kepada warga di Kalurahan Wunung, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Kamis (23/10/2025).

Penyerahan bantuan dilakukan dalam rangkaian acara Launching Kampung Zakat yang digagas oleh Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, bekerja sama dengan Pemkab Gunungkidul dan berbagai lembaga amil zakat, ormas Islam, dan tokoh masyarakat setempat. Program ini bertujuan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa melalui pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah secara produktif dan berkelanjutan.

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Zawa) Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, secara resmi meluncurkan program tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran zakat dan wakaf sebagai instrumen sosial-ekonomi yang efektif untuk mengentaskan kemiskinan dan membangun kemandirian umat.

“Kampung Zakat ini bukan sekadar label, tetapi program kolaboratif multi-pihak yang menjadikan masyarakat sebagai subjek, bukan hanya objek penerima manfaat. Fokusnya adalah pada pemberdayaan, bukan sekadar pemberian,” tegas Prof. Waryono.

Dari LAZISNU DIY, Nur Endah Lestari, selaku tim pendistribusian dan penyaluran, menjelaskan bahwa bantuan kambing tersebut merupakan langkah konkret membangun ekosistem ekonomi umat berbasis pemberdayaan.

“Kami berharap bantuan ini dapat dikelola dengan baik dan menjadi sumber penghidupan bagi warga. Ke depan, semoga tumbuh kelompok ternak mandiri yang memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Para penerima bantuan kambing dari LAZISNU DIY.

Bupati Gunungkidul yang diwakili Kabag Kesra Setda Gunungkidul, Sujatmiko Nurhasyari, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam mewujudkan inisiatif mulia ini.

“Gerakan zakat bukan sekadar kewajiban keagamaan, tetapi juga strategi sosial dalam menanggulangi kemiskinan, memperkuat kemandirian masyarakat, dan menumbuhkan ekonomi umat berbasis solidaritas,” tuturnya.

Acara peluncuran Kampung Zakat di Kalurahan Wunung berlangsung meriah dan penuh semangat kolaborasi. Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan simbolis hewan ternak produktif kepada penerima manfaat, sebagai tanda dimulainya program pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis zakat di wilayah tersebut.

Melalui sinergi antara LAZISNU DIY, pemerintah, dan masyarakat, Kampung Zakat Wunung diharapkan menjadi model pemberdayaan umat yang berkeadilan dan berkelanjutan, sekaligus menginspirasi pengembangan program serupa di wilayah lain. (Markaban Anwar)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *