Muktamar ke-35 NU, PWNU-PCNU se-DIY Tegaskan Solid dan Tolak Politik Uang

Muktamirin Mukatamr ke-35 NU dari DIY yang terdiri dari unsur PWNU dan PCNU. (foto: Istimewa)

Bangkitmedia.com, JOMBANG – Muktamirin DIY  yang terdiri dari unsur PWNU dan PCNU mulai Rais Syuriah dan Ketua Tanfidziyah menyatakan diri tetap solid pada pelaksanaan  Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. Mereka tetap menolak politik uang, meski dari info yang beredar ada tawaran uang yang jumlahnya menggiyurkan untuk setiap suara.

Meski sebelumnya sudah pernah menyatakan penolakan politik uang di Kantor PWNU DIY, Rais Syuriah PWNU DIY KH Mas’ud Maduki beserta para Rais Syuriah PCNU se-DIY serta Ketua Tandidziyah PWNU DIY Dr KH A Zuhdi Muhdlor SH MHum beserta para Ketua Tanfidziyah PCNU se-DIY di arena Muktamar Jumat (28/8) kemarin menegaskan lembali komitmennya untuk menolak politik uang dalam seluruh proses muktamar. Mereka menegaskan komitmen tersebut sebelum mengikuti Sidang Pleno 1 yang membahas Tata Tertib (Tatib) Muktamar.

Di tengah dinamika Muktamar yang sedang berlangsung, PWNU DIY dan PCNU se-DIY menilai penting untuk kembali menyampaikan pernyataan sikap menolak politik uang. Sebab Muktamar NU harus menjadi forum permusyawaratan yang menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman, ke-NU-an, integritas, moralitas, ukhuwah, musyawarah dan adab.

Karena itu PWNU DIY dan PCNU se-DIY menyampaikan enam sikap utama. Pertama, menolak dengan tegas segala bentuk politik uang dalam seluruh proses Muktamar Ke-35 NU. Kedua, menyerukan kepada seluruh peserta Muktamar agar tidak menerima, meminta, ataupun memperjualbelikan dukungan dalam bentuk apa pun. Ketiga, menyerukan kepada seluruh calon dan tim pendukungnya untuk tidak melakukan praktik politik uang, baik secara langsung maupun melalui perantara atau dalam bentuk transaksi terselubung.

Keempat, mengajak seluruh peserta Muktamar menjadikan integritas, moralitas, kapasitas kepemimpinan, keilmuan, keteladanan, rekam jejak khidmah, serta komitmen terhadap kemaslahatan umat sebagai dasar utama dalam menentukan pilihan. Kelima, menyerukan agar seluruh proses Muktamar berlangsung dalam suasana ukhuwah, musyawarah, adab, dan kejujuran. Keenam, menyerukan kepada seluruh peserta Muktamar untuk menjaga independensi dan menolak segala bentuk intervensi dari pihak luar.

PWNU DIY dan PCNU se-DIY memandang bahwa proses pemilihan kepemimpinan di lingkungan Nahdlatul Ulama harus ditempatkan sebagai bagian dari amanah organisasi dan khidmah kepada umat, bukan sebagai ruang transaksi kepentingan.

Karena itu, seluruh pihak yang terlibat dalam Muktamar Ke-35 diharapkan mengedepankan kualitas kepemimpinan, kapasitas keilmuan, integritas moral, keteladanan, serta rekam jejak pengabdian. Hal tersebut penting agar setiap keputusan yang dihasilkan dalam Muktamar benar-benar lahir dari pertimbangan yang jernih, bermartabat, dan berorientasi pada kemaslahatan Nahdlatul Ulama serta masyarakat luas.

PWNU DIY dan PCNU se-DIY juga mengajak seluruh peserta Muktamar untuk menjaga persaudaraan dan menghindari segala bentuk praktik yang berpotensi mencederai marwah organisasi. Perbedaan pilihan dalam Muktamar hendaknya tidak menjadi sebab perpecahan, melainkan menjadi bagian dari dinamika musyawarah untuk memperkuat jam’iyyah Nahdlatul Ulama. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *