Dua Opsi Bergulir Jelang Pemilihan Ketum PBNU di Muktamar ke-35 NU

Gus Ipul saat sambutan Pembukaan Muktamar ke-35 NU. (foto: muktamar.nu.id)

Bangkitmedia.com, JOMBANG – Pelaksanaan Muktamar ke-35 NU di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Jawa Timur, 27-31 Agustus 2026 makin menarik diikuti. Salah satu yang paling dinanti masyarakat terkait pemilihan Ketua Umum PBNU dan Rais Aam yang bakal menahkodai organisasi bentukan KH Hasyim Asyari tersebut kurun lima tahun mendatang.

Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU Saifullah Yusuf seperti dilansir dari detikhikmah menyebut ada dua opsi usulan mekanisme pemilihan calon ketua umum PBNU periode 2026-2031. Hal tersebut akan menjadi pembahasan dalam sidang komisi

“Pertama, mempertahankan sistem lama yakni sistem one man one vote. Calon yang memiliki dukungan dalam jumlah tertentu bisa melanjutkan ke tahap pencalonan dengan memenuhi ketentuan yang berlaku, termasuk mendapat persetujuan Rais Aam. Kedua, yang diusulkan setiap pengurus wilayah dan cabang sebagai pemilik suara mengusulkan lima nama. Nama dengan dukungan terbanyak akan diproses sesuai mekanisme yang ditetapkan Muktamar,” kata pria yang akrab disapa Gus Ipul tersebut, Jumat (28/6/2026).

Namun demikian, dua hal tersebut masih bersifat opsi. Gus Ipul menyebut semuanya tergantung keputusan Muktamar. Seluruh rancangan materi yang dibawa ke Muktamar telah melewati proses pembahasan berjenjang. Materi tersebut bukan sesuatu yang muncul secara tiba-tiba menjelang Muktamar.

“Draft materi yang ada ini melalui proses. Ada yang dibahas di PBNU, kemudian di Munas-Konbes, setelah itu dibawa ke Muktamar. Nanti dibahas di komisi, khususnya Komisi Organisasi. Pasti menarik dan akan terjadi perdebatan. Namun perbedaan pandangan jadi hal biasa dalam tradisi NU. Kami sudah terbiasa dengan perbedaan. Sudah terbiasa berdebat,” tutup Gus Ipul. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *