Gus Yahya: NU Harus Jadi Penyangga Kemaslahatan Rakyat

Ketua PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan sambutan pada pembukaan Muktamar ke-35 NU. (Foto: Lutfi)
Bangkitmedia.com, JOMBANG – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengharapkan Nahdlatul Ulama ke depan harus mampu bekerja sama dengan pemerintah agar manfaat dan kemaslahatan organisasi benar-benar dirasakan oleh warganya.
Hal itu disampaikan dalam pidato pada pembukaan Muktamar ke-35 NU di Lapangan Untung Suropati, Tambakberas, Jombang, Kamis (27/8).
Menurut Gus Yahya. setelah melalui pergulatan dan perenungan panjang, PBNU sampai pada satu keyakinan bahwa NU tidak memiliki jalan lain selain menjalin sinergi dengan pemerintah demi menghadirkan manfaat nyata bagi warga nahdliyin. “Kami sampai pada satu keyakinan bahwa apabila jam’iyah organisasi Nahdlatul Ulama ini sungguh ingin mendatangkan manfaat dan maslahat yang nyata bagi warganya, tidak ada jalan lain bahwa jam’iyah ini, organisasi ini, harus bekerja sama dengan pemerintah,” kata Gus Yahya.
Menurutnya NU harus mampu menjadi penyangga yang menyumbang kelancaran mengantarkan berbagai macam agenda dan program pemerintah untuk kemaslahatan rakyat, agar program-program tersebut sungguh-sungguh sampai kepada masyarakat. “Nahdlatul Ulama harus mampu menjadi penyangga yang menyumbang kelancaran mengantarkan berbagai macam agenda dan program pemerintah untuk kemaslahatan rakyat agar sungguh-sungguh sampai kepada rakyat,” ujarnya.
Gus Yahya menegaskan salah satu prinsip penting jam’iyah ke depan adalah mengoordinasikan berbagai ikhtiar organisasi dengan pelaksanaan agenda dan program-program pemerintah, sekaligus terus mengembangkan kinerja dan kapasitas kelembagaan NU. “Bagaimana agar ke depan Nahdlatul Ulama dapat dikembangkan kinerjanya, dikembangkan kapasitasnya sehingga akan menjadi penghantar yang lebih efektif di dalam membantu membawakan manfaat dari program-program dan agenda-agenda pemerintah untuk rakyat kepada rakyat, insyaallah,” katanya.
Baik Gus Yahya maupun shohibul bait KH Hasib Wahab Hasbullah (pengasuh Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas mengatakan Muktamar ini istimewa. Karena Muktamar ke-35, kalau ditambahkan 3×5 adalah 8, dibuka oleh Presiden ke-8, yaitu Prabowo Subianto. Bahkan Gus Yahya juga berharap pada Muktamar ke-36 pada tahun 2031 mendatang juga dibuka oleh Prabowo sebagai Presiden ke-9.
Merespons pernyataan ini Presiden Prabowo santai saja. “Tadi Kiai Hasib dan Gus Yahya otak atik gatuk soal angka 8. Kalau tahun 31 muktamar 36, 3+1 berarti 4. Sedang 4 ×6 betarti 9. Kalau ditotal muncul angka 13. Ini juga angka favorit saya. Tetapi untuk mendatang, terserah yang di atas,” katanya. (Lutfi)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *