Bangkitmedia.com, BANTUL – Gema kalimat tahlil Laa ilaaha illallaah…. Laa ilaaha illallaah,…. Laa ilaaha illallaah … yang dilantunkan jemaah Thoriqoh Syatoriyah dan kader NU Piyungan dipinpin langsung Mursyid Thoriqoh KH Ahmad Zabidi Lc melangit di Gedung MWC NU Piyungan, Sabtu (31/01/2026) malam. Hal itu menandai berakhirnya rangkaian Harlah 1 Abad NU dalam perhitungan Miladiyah tahun 2026.
Sebelumnya, MWC NU Piyungan telah mengadakan rangkaian perayaan 100 tahun ini. Dimulai Selasa, 6 Januari 2026 dengan mujahadah, koordinasi dan ramah Tamah di Lantai 2, Gedung MWC NU Piyungan. Dilanjutkan 18 Januari 2026 dengan berziarah ke tokoh-tokoh NU piyungan yang telah berjasa sebagai cikal bakal berkembangnya jamiyyah NU. Hal tersebut juga sebagai bukti cinta kasih para kader-kader NU kepada oangtua dan para muassis-nya.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan Sabtu (31/1/2026) pagi dengan Apel Akbar di lapangan Sudarsono Srimartani. Malamnya barulah diadakan Mujahadah Pitung Lesan dan Pengajian Bersama KH Ahmad Zabidi dan KH Hasan Abdullah di Gedung NU Piyungan.
Dalam tausiyahnya, Kyai Hasan mengutip Kembali hadis yang disampaikan Kyai Zabidi, bahwa barangsiapa yang yang membaca kalimat tahlil 70.000 kali, maka mereka sebelum meninggal sudah diperlihatkan tempatnya di surga.
“Karena itu, mari tradisi mujahadah, yasinan, tahlilan terus digalakkan oleh para jemaah di lingkungan jammiyyah NU ini, selain membawa keberkahan diri sendiri juga bermanfaat kepada ummat dan jam’iyyah” pesannya. (Arif Faozi)








